Militer AS Serang Dua Fasilitas di Suriah, Balas Dendam Aksi Iran

ERA.id - Presiden AS Joe Biden memerintahkan serangan terhadap dua fasilitas di Suriah menyusul serangan terhadap pasukan AS dalam seminggu terakhir. Serangan ini sebagai balasan dari tindakan Iran, yang mengacu pada konfilk Israel-Hamas.

Militer Amerika melancarkan serangan pada hari Kamis terhadap dua fasilitas di Suriah timur yang digunakan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran dan kelompok yang didukungnya. 

“Serangan pertahanan diri yang tepat ini adalah respons terhadap serangkaian serangan yang sedang berlangsung dan sebagian besar tidak berhasil terhadap personel AS di Irak dan Suriah oleh kelompok milisi dukungan Iran yang dimulai pada 17 Oktober,” kata Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters, Jumat (27/10/2023). 

“Serangan yang didukung Iran terhadap pasukan AS tidak dapat diterima dan harus dihentikan,” tegas Austin.

Menurut keterangan Gedung Putih, Biden mengirim pesan langka kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang memperingatkan Teheran agar tidak menargetkan personel AS di Timur Tengah. 

Pasukan AS diserang lebih dari belasan kali di Irak dan Suriah dalam seminggu terakhir yang diduga dilakukan oleh kelompok yang didukung Iran, Hamas, Jihad Islam, dan Hizbullah Lebanon semuanya didukung oleh Teheran.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian mengatakan di PBB pada hari Kamis bahwa jika serangan Israel terhadap Hamas tidak berhenti, Amerika Serikat “tidak akan terhindar dari serangan ini”.

Israel mengatakan pada hari Jumat bahwa serangan militer ke Gaza sedang mempersiapkan “tahap operasi berikutnya”, di tengah kekhawatiran bahwa invasi darat ke daerah kantong Palestina dapat memicu konflik Timur Tengah yang lebih luas.

Menurut laporan Al Qahera News Mesir, sebuah rudal yang diluncurkan sebagai bagian dari pertempuran antara Hamas dan Israel menghantam sebuah kota resor Mesir sekitar 220 km dari Jalur Gaza pada Jumat pagi. 

Rudal tersebut menghantam fasilitas medis di Taba, melukai sedikitnya enam orang. Seorang saksi di Taba membenarkan mendengar ledakan dan melihat asap mengepul.

Taba melintasi perbatasan Mesir dengan pelabuhan Eilat di Laut Merah Israel. Militer Israel mengatakan pihaknya mengetahui adanya insiden keamanan di luar perbatasannya.