Apa Itu Caviar: Sejarah, Komoditas, dan Jenis-Jenisnya

ERA.idCaviar adalah sebuah makanan mewah yang telah lama diidentikan dengan citarasa yang istimewa. Membuat para penikmat kuliner penasaran dengan citarasa makanan mewah ini, apa itu caviar dan bagaimana asal-usulnya?

Artikel ini akan menjelajahi dunia caviar, memahami asal-usulnya, berbagai jenisnya, serta cara yang tepat untuk menikmatinya. Dari perairan yang jauh hingga meja makan mewah, mari kita temukan rahasia di balik salah satu makanan termahal di dunia ini.

Apa Itu Caviar dan Bagaimana Sejarahnya?

Caviar adalah telur yang diasinkan yang berasal dari ikan  sturgeon yang tidak dibuahi. Meskipun caviar masuk ke dalam kategori umum telur ikan, tidak semua telur ikan dapat dianggap sebagai caviar.

Terdapat syarat agar telur ikan dianggap caviar, yaitu harus berasal dari spesies ikan sturgeon liar.

Berdasarkan catatan tertulis, caviar dapat ditelusuri kembali hingga pada abad ke-4 SM, ketika sarjana Yunani, Aristotle, memuji telur sturgeon sebagai makanan yang lezat. Namun, Tsar Rusia adalah orang yang benar-benar memperkenalkan caviar ke dalam dunia kemewahan.

Caviar menjadi populer di Rusia pada abad ke-12 (unsplash)

Caviar menjadi populer di Rusia pada abad ke-12, ketika para nelayan Sungai Volga mengakui nilai yang langka dari sturgeon Sterlet. Kemudian pada abad ke-16, caviar sudah sampai ke istana kerajaan Eropa dan meja kekaisaran Rusia.

Hingga kemudian, caviar menyebar ke seluruh negara di Eropa. Pada abad ke-19, caviar Rusia menjadi produk mewah di pasar internasional. Bahkan Iran juga memulai industri caviar sendiri dengan standar tertinggi.

Sementara itu, industri caviar Amerika mulai berkembang pada tahun 1873, ketika imigran Jerman, Henry Schacht, membuka bisnis penangkapan ikan sturgeon di Sungai Delaware.

Pantai Barat Benua Amerika juga tidak luput dari popularitas caviar, ketika para nelayan mulai menangkap telur sturgeon dari Sungai Columbia. Perairan Amerika kaya akan sturgeon pada saat itu dan menjadikan AS sebagai produsen caviar teratas di dunia.

Hingga awal abad ke-20, ikan sturgeon sangat banyak ditangkap sehingga hampir punah. Hal ini juga yang menyebabkan harga caviar melonjak tinggi.

Bahkan harga caviar begitu tinggi pada tahun 1960-an sehingga orang mulai mencari sumber caviar domestik yang baru. Saat ini, 18 dari 27 spesies sturgeon terancam punah akibat penangkapan berlebihan.

5 Jenis Caviar yang Mendunia

Terdapat lima jenis utama caviar yang mewakili sebagian besar pasar mewah. Lima besar caviar ini sangat diinginkan karena rasa dan teksturnya yang luar biasa. Jenis tersebut di antaranya Beluga, Ossetra, Kaluga, Sevruga, dan Amerika.

Lima jenis caviar tersebut memiliki harga tertinggi per ons-nya, dan memiliki tekstur paling lembut dan rasa yang halus dari semua jenis caviar.

Lalu bagaimana dengan rasa caviar? Banyak orang menggambarkan caviar sebagai memiliki rasa seperti laut. Bagi penggemar sushi pasti sudah tidak asing dengan rasa laut seperti ikan segar, namun caviar juga mengandung kelembutan yang tidak terduga.

Terkait dengan warna-warna caviar sebenarnya sangat bervariasi berdasarkan jenis roe. Caviar tradisional sturgeon memiliki warna hitam, abu-abu, atau emas. Sementara itu, pengganti dari caviar memiliki warna lain. Misalnya, salmon menghasilkan roe merah, kuning, dan oranye, yang diklasifikasikan sebagai caviar merah. Ada juga caviar putih, yang berasal dari telur siput darat.

Selain apa itu caviar, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…