Usai Masuk Istana, MUI Tak Lagi Keras Sikapi Indonesia yang Masuk Board of Peace
ERA.id - Setelah diajak masuk ke Istana Presiden, Ketua Umum MUI, Anwar Iskandar mengizinkan pemerintah masuk ke dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
MUI kini memahami komitmen Presiden Prabowo Subianto yang ingin memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina melalui BoP walau pihaknya sempat meminta Indonesia mundur dari sana. Kini Anwar hanya bisa mendukung pilihan Prabowo demi kemaslahatan umat.
"Sepanjang untuk kemaslahatan, tentu saja, karena MUI ini berjuang untuk kemaslahatan umat, untuk kemaslahatan bangsa, untuk kemaslahatan kemanusiaan. Nah, sepanjang komitmen untuk kemaslahatan, kenapa tidak? Kan ada janji (dari Presiden, red.) kalau memang tidak bermaslahat akan keluar," ujar Anwar.
Sebelumnya sejumlah perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam diajak masuk Istana oleh Prabowo. Setelah keluar dari sana, mereka memahami alasan Presiden memasukkan Indonesia dalam keanggotaan BoP.
Beberapa tokoh juga menyebutkan tak ada perdebatan antara ormas-ormas Islam dengan Presiden Prabowo, saat sesi dialog yang khusus membahas BoP itu berlangsung.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, yang juga tokoh senior Muhammadiyah Muhadjir Effendy menilai penjelasan Presiden Prabowo mengenai Dewan Perdamaian/BoP Gaza "sangat jelas".
"Saya kira 100 persen para pemuka agama sangat memahami yang Beliau (Presiden, red.) lakukan," kata Muhadjir menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui selepas acara di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa kemarin.
Muhadjir kemudian menjelaskan ada sebanyak empat perwakilan dari kelompok ormas dan tokoh-tokoh Muslim Indonesia yang kemudian menyampaikan aspirasi, masukan, kritik, dan penilaiannya langsung kepada Presiden Prabowo mengenai keanggotaan Indonesia dalam BoP. Dalam sesi dialog tersebut, Muhadjir menilai tidak ada perdebatan.
"Enggak ada, enggak ada (perdebatan, red.). Memang ada yang mempertanyakan dan justru dengan pertanyaan itu Beliau bisa menjelaskan semakin clear (jelas, red.) ya," kata Muhadjir.
Dalam kesempatan yang sama, Muhadjir juga meyakini tokoh-tokoh ormas Islam yang mengikuti pertemuan hari ini sepakat dengan pilihan Presiden Prabowo menjadikan Indonesia anggota BoP.
"Sepanjang yang saya pahami begitu. Bahkan, (mereka, red.) memberikan masukan-masukan termasuk penguatan kepada Pak Presiden bagaimana ke depan Beliau bisa betul-betul membawa aspirasi dari Bangsa Indonesia, terutama tetap berpegang teguh kepada Pembukaan Undang-Undang Dasar 45 bahwa kemerdekaan itu hak semua bangsa. Itu yang menjadi concern Beliau (Presiden, red.)," kata Muhadjir.