Indonesia Dinilai Bisa Tegur Trump dkk dalam Board of Peace soal Tingkah Israel
ERA.id - Adik kandung cendekiawan muslim Quraish Shihab sekaligus Mantan Menteri Luar Negeri, Alwi Shihab, menilai langkah Indonesia untuk masuk dalam Board of Peace (BoP) sudah tepat. Dia mendukung itu.
"Mendukung lah, masa enggak mendukung," ujar Alwi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu kemarin.
"Ya ada keuntungan kita bergabung, tapi ada reservasi, itu aja kira-kira. Jadi apa yang harus diperhatikan. Kita sudah masuk, masa kita bilang keluar, kan enggak mungkin," ucap Menlu era Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid itu.
Terkait tidak dilibatkannya Palestina dalam BoP, Alwi menilai justru hal tersebut menjadi alasan Indonesia perlu berada di dalam forum tersebut.
Menurutnya, dengan menjadi anggota, Indonesia memiliki ruang untuk memperjuangkan kepentingan Palestina agar tidak hanya satu pihak yang diperhatikan.
Dia menilai posisi di dalam forum memungkinkan Indonesia untuk menyuarakan koreksi dan masukan dibandingkan berada di luar.
"Kalau kita tidak ikut, kita tidak bisa ngomong, tapi kalau kita di dalam, kita bisa ngomong 'jangan gitu dong, ini kan kita mau memperjuangkan Palestina, jangan hanya Israel saja yang diperhatikan’. Itu kira-kira yang ingin saya sampaikan," ucapnya.
Diketahui, Presiden Prabowo menerima Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri Luar Negeri serta mantan Menlu dan Wamenlu ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, untuk membahas sejumlah isu geopolitik terkini.
Alwi menilai langkah Kepala Negara mengumpulkan para mantan menteri luar negeri dan wakil menteri luar negeri sebagai sesuatu yang positif.
Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan dan mencerminkan sikap Presiden yang terbuka dan bijaksana dalam mendengar pandangan para pendahulunya.
"Saya kira ini sangat positif, ini kan pertama kali begini, yang bekas Menlu diajak bicara. Beliau ini bijaksana lah," pungkasnya.