Hanif FPI: Prabowo Tarik Indonesia dari BoP Sekarang, Amerika Gak Bisa Dipercaya!

ERA.id - Front Persaudaraan Islam (FPI) meminta Presiden Prabowo Subianto agar menarik Indonesia dari Board of Peace (BoP).

"Tadi juga kami sampaikan kepada Presiden, bahwasanya kami tetap meminta supaya Republik Indonesia menarik diri dari BoP," kata Sekretaris Majelis Syura DPP FPI, Hanif Alatas di Jakarta, Kamis kemarin usai memenuhi undangan berbuka puasa bersama dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan.

FPI meminta Indonesia menarik diri dari BoP karena tidak memercayai Amerika Serikat dan Israel yang dinilai memiliki rekam jejak buruk dalam berbagai konflik.

"Kita percaya iktikad baik Presiden Republik Indonesia, tapi kita enggak percaya Amerika. Kita enggak percaya sama Israel. Nabi-nabi saja, para Rasul saja dikhianati oleh Israel, apalagi cuma kita manusia biasa," ucapnya.

Menurut ia, keterlibatan Indonesia dalam BoP berpotensi menimbulkan persoalan, termasuk kemungkinan pasukan Indonesia berhadapan dengan pejuang Palestina di Gaza.

Habib Hanif menegaskan bahwa FPI tidak keberatan bila pengiriman pasukan Indonesia bertujuan membantu kemerdekaan Palestina. Namun, pihaknya menolak apabila pasukan Indonesia berada di bawah komando Amerika Serikat dan berpotensi melucuti senjata kelompok pejuang di Gaza.

"Kalau dikirim ke Gaza buat memerdekakan Palestina kita dukung, bahkan kita siap support relawan. Tapi, kalau dikirim ke Gaza di bawah komando Amerika, lalu melucuti senjata para pejuang di Gaza akhirnya konfrontasi, ini yang kami enggak mau," ucapnya.

Hanif menambahkan Prabowo dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa keterlibatan Indonesia dalam BoP bertujuan memberikan kontribusi lebih besar dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina.

Prabowo juga menyatakan kemungkinan menarik diri apabila tidak terdapat kemaslahatan bagi Palestina atau tidak sejalan dengan kepentingan nasional.

"Kalau melihat tidak ada kemaslahatan lagi untuk Palestina, enggak ada peluang buat memperjuangkan kemaslahatan Palestina, dan tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia, Presiden akan menarik diri. Pernyataannya seperti itu. Tapi, kita tetap enggak perlu nunggu itu, dari sekarang saja, orang sudah terbukti kok Amerika dari dulu enggak bisa dipercaya," katanya.