Gaduh Setelah Kader PDIP Diduga Mobilisasi Demo Menggembosi Prabowo

ERA.id - Santer dikabarkan kader PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, ikut berdemonstrasi bersama mahasiswa di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Andi, dalam sebuah video bersama Akbar Faizal, lantas menjawab bahwa dia hanya berjalan kaki melihat demonstrasi mahasiswa. Sebab saat itu dia sedang makan di restoran yang tak jauh dari lokasi demo.

Intinya, Andi membantah narasi yang menyebut dirinya memobilisasi atau bekerja sama dengan sejumlah tokoh jenderal untuk menggembosi citra pemerintahan Prabowo dari luar.

Lantas bagaimana tanggapan rekan partai lain melihat insiden ini? Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bilang kalau dinamika politik sekarang merupakan hal biasa.

Dia menghormati semua partai politik yang memiliki sikap dan pandangannya masing-masing. Meski begitu, kepentingan nasional harus ditempatkan di atas kepentingan partisan.

"Fokus kita adalah ekonomi. Kita ingin memastikan pertumbuhan ekonomi terjaga, daya beli masyarakat terjaga, lapangan pekerjaan terbuka, kemiskinan bisa diturunkan, dan ketimpangan dapat ditekan," kata AHY seusai menghadiri rapat bersama Badan Anggaran DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Agus mengatakan Demokrat saat menjadi partai pemerintah bertanggung jawab memastikan pemerintahan sukses. Saat oposisi, bertugas mengkritik secara konstruktif serta menghadirkan solusi, bukan memecah belah bangsa.

"Bukan pula mendiskreditkan seolah semuanya salah," tambahnya.

AHY beranggapan, pemerintah pun harus mampu mendengarkan dan mengevaluasi kalau ada aspirasi masyarakat yang benar.

Sebelum AHY, Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid berharap juga menyorot tingkah Andi dan PDIP yang terkesan abu-abu dalam posisi politik. Apakah dia berkoalisi dalam pemerintahan atau menjadi oposisi.

"Kalau memang ingin berada di luar pemerintahan, silakan. Tetapi jangan bersikap abu-abu. Itu yang saya maksud," kata Jazilul di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (18/6) silam.