Rebut Negara Bagian Michigan dan Wisconsin, Biden Optimis Menang

ERA.id - Joe Biden, kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, yakin bahwa ia akan mampu meraup 270 suara elektoral yang menjadi standar minimal untuk memenangi pilpres AS, seperti ia sampaikan, Rabu (4/11/2020) malam.

Didampingi tandemnya, calon wakil presiden Kamala Harris, Biden berbicara di gedung Chase Center, negara bagian Delaware, kampung halamannya. Konferensi persnya malam itu disiarkan ke seluruh warga AS melalui saluran televisi.

"Warga Amerika, sekali lagi kemarin kita membuktikan bahwa demokrasi adalah jiwa dari bangsa kita," kata Biden.

Dalam pernyataannya kala itu ia yakin mampu meraup 270 suara elektoral yang ia perlukan untuk bisa terpilih sebagai presiden AS berikutnya.

"Saya tidak berdiri di sini untuk menyatakan bahwa saya menang, namun, saya di sini untuk memberitahukan bahwa ketika proses hitung suara selesai, kita akan muncul sebagai pemenang," kata Biden.

Keyakinan Biden didasari oleh direbutnya dua negara bagian di kawasan 'midwestern', yaitu Michigan dan Wisconsin, yang masing-masing memberikan 16 dan 10 suara elektoral pada Biden. Saat ini raupan elektoral Biden mencapai 264 suara, unggul dari Donald Trump yang baru mendapatkan 214 suara.

Biden kini memiliki sejumlah opsi menuju 270 suara elektoral. Yang paling mudah adalah memenangkan Nevada (6 suara elektoral), di mana ia saat ini unggul tipis 0,6 poin dari Donald Trump. Dengan baru 75 persen suara masuk, seperti dilaporkan oleh Associated Press, hasil definitif dari negara bagian Nevada mungkin baru akan muncul pada Kamis petang, atau Jumat pagi WIB.

Sementara itu, Biden juga punya kans untuk merebut salah satu dari negara bagian Georgia, North Carolina, dan Pennsylvania. Bila satu saja berhasil direbut, kans Donald Trump untuk terpilih lagi sebagai presiden akan sangat kecil.

Dalam pidatonya Rabu malam lalu, Joe Biden yakin ia akan memenangi pertandingan dalam pilpres Amerika Serikat 2020 ini. Namun, ia mengaku tak ingin terlena dalam perebutan krusi kepresidenan di Gedung Putih. Ia lebih menekankan agar proses ini tak mengorbankan seluruh warga Amerika Serikat.

"Saya akan bekerja sama kerasnya bagi mereka yang tidak memilih saya juga bagi yang memilih saya," kata Biden, sambil meyakinkan bahwa suara warga AS tidak akan dirampas dalam pilpres kali ini dan bahwa setiap surat suara akan masuk dalam hitungan.