Trump Bakal Ditinggal Pendukungnya Bila Tak Bisa Buktikan Kecurangan Pilpres AS

ERA.id - Para petinggi Partai Republik masih memberi dukungan pada Presiden Donald Trump jika ia saat ini mau mengajukan gugatan ke terpilihnya Presiden-terpilih Joe Biden. Namun, seperti dilansir Reuters, beberapa pejabat senior partai itu saat ini mendesak Trump: bila ia tidak punya bukti kecurangan yang ia maksud, lebih baik ia segera menyatakan mundur saja.

Baru segelintir anggota partai pendukung Trump yang mengakui bahwa Biden telah menang pilpres AS. Banyak yang belum menyatakan mengakui presiden-terpilih, namun, umumnya mereka memberi batas waktu pada Trump dalam membuktikan tuduhan-tuduhan yang ia lontarkan selama ini.

Senator dari negara bagian Ohio, Rob Portman, misalnya. Ia telah merilis pernyataan bahwa Biden telah meraup cukup suara elektoral untuk dinyatakan menang dalam pemilu "dan Presiden Donald Trump harus membuktikan tuduhan adanya kecurangan dalam pemilu ini," seperti dilansir Reuters, Rabu (11/11/2020).

Portman sendiri berharap bahwa negara-negara bagian dan penyelenggara pengadilan agar bisa memproses gugatan-gugatan Trump dengan segera, sehingga urusan tersebut bisa selesai dengan cepat.

Di belakang layar, para anggota Partai Republik bisa lebih terbuka dalam menyuarakan betapa risih mereka terhadap sikap Trump sejak Biden dinyatakan menang Pilpres AS, Sabtu lalu.

"Saya rasa salah satu tujuan di sini adalah memberi ruang bagi sang presiden dan tim kampanyenya untuk menunjukkan apakah ada bukti yang bisa mendukung tuduhan kecuruangan pemilu tersebut. Jika memang ada, maka hal itu akan segera diselidiki. Jika tidak, kita akan lupakan urusan ini," kata salah satu anggota Senat senior dari partai Republik pada Reuters.

Seorang anggota partai Republik lainnya mengatakan bahwa kebanyakan anggota Senat dari Partai Republik mendukung hak Trump untuk menolak mengakui hasil pilpres. "Namun, pada akhirnya ini harus berakhir. Mungkin sepekan atau dua pekan lagi."

Di sisi lain, isu Trump yang menolak hasil pilpres ternyata juga bukan menjadi masalah utama di kalangan petinggi Partai Republik. Figur-figur seperti Senator Marco Rubio dan Mike Rounds mengatakan bahwa pada umumnya mereka tidak tahu menahu, atau tidak peduli, dengan apa yang selama ini coba dilakukan oleh Trump terhadap hasil pilpres AS.

Hal tersebut dikarenakan di saat yang sama para senator Partai Republik kini tengah fokus mencermati proses pemilu di Georgia yang akan berjalan pada 5 Januari nanti. Pemilihan tersebut nantinya akan menentukan apakah Partai Republik akan tetap menjadi suara mayoritas di Senat AS, atau harus memberikan suara mayoritas pada Partai Demokrat.

Ditanyai pendapatnya mengenai upaya Trump yang membawa hasil pilpres AS ke pengadilan, Senator Mike Rounds mengatakan, "Tidak tahu. Kami fokus ke Georgia agar bisa membatasi perubahan yang selama ini digembor-gemborkan akan dilakukan oleh para senator dari Partai Demokrat."