Menlu Rusia: Kebijakan Luar Negeri Joe Biden Akan Menyerupai Era Obama

ERA.id - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengaku yakin bahwa kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah presiden-terpilih Joe Biden akan serupa dengan yang terjadi di era Presiden Barack Obama, terutama di sekitar persoalan Iran dan perubahan iklim.

Hubungan AS-Rusia sendiri mengalami kemunduran di era Obama akibat pengenaan sanksi terhadap Rusia yang menyerobot Semenanjung Crimea di teritori Ukraina.

Menlu Lavrov pada 2017, seperti dilansir Al Jazeera, pernah menyebut pemerintahan Obama sebagai pemerintahan yang "kecil hati dan penuh dendam". Ia menyebut Obama seperti menyalakan bom waktu dalam hubungan AS-Rusia.

Senin lalu Kremlin menyatakan masih akan menunggu hasil Pilpres AS secara resmi sebelum memberi komentar pada hasil pemilu tersebut. Mereka juga menyadari akan adanya gugatan terhadap proses hitung suara pemilu yang dilayangkan oleh Presiden Donald Trump.

Namun, meski rezim di Rusia notabene masih bungkam soal situasi pasca-pilpres AS, Presiden Rusia Vladimir Putin justru cenderung lebih ekspresif mengenai pandangannya soal Trump dan Biden. Awal Oktober lalu, Putin mengakui adanya "retorika anti-Rusia" yang kental dari Biden. Namun, ia sendiri menyatakan berniat bekerjasama dengan pemimpin AS manapun, meski saat itu relatif lebih mendukung Trump yang lebih dulu telah menyatakan keinginannya membenahi hubungan AS-Rusia.

Namun, Putin menambahkan bahwa ia tertarik dengan komentar Biden soal kesepakatan pengendalian senjata nuklir.

"Biden secara terbuka menyatakan siap memperpanjang (perjanjian) New START atau membuat kesepakatan baru untuk membatasi persenjataan strategis ini. Ini merupakan elemen yang sangat penting untuk kerjasama di masa depan," kata Putin, seperti dikutip Al Jazeera.

Beberapa pekan kemudian pimpinan tertinggi Rusia itu semakin kurang ramah terhadap Trump dengan mengatakan bahwa tak ada unsur pidana di seputar bisnis Hunter Biden di Ukraina atau Rusia. Putin dengan ini tidak menyetujui serangan Trump terhadap keabsahan proses pemilu AS.

Selama ini nama Hunter Biden kerap disasar oleh Trump, bahkan dalam debat-debat calon presiden, karena ia anggap melakukan tindakan kurang etis ketika berbisnis di negara Ukraina. Hingga kini tuduhan itu tak berbukti, dan Joe Biden telah menyatakan tuduhan tersebut penuh kebohongan dan tak berdasar.