Alasan Ridwan Kamil Soal Tingginya Penambahan Kasus COVID-19 di Jawa Barat

ERA.id - Jawa Barat mencatat penambahan kasus harian COVID-19 yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir. Jawa Barat kini menempati posisi kedua di bawah DKI Jakarta sebagai provinsi 'penyumbang' kasus  COVID-19 terbanyak.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan kalau jumlah kasus yang begitu besar jumlahnya dikarenakan kesalahan dari data pasien COVID-19 di wilayahnya. 

"Jumlah segitu tuh tercampur sama yang lama, sehingga jumlah kasus tidak akurat " kata pria yang akrab dipanggil Kang Emil, senin (1/2/2021). 

Dia mencontohkan beberapa hari yang lalu Jabar mencetak rekor kasus baru hampir 4.000 kasus, nyatanya lebih dari 2.000 kasus yang dilaporkan merupakan kasus lama yang bercampur.

"Saya juga bingung itu laporan H-5,H-7, sampai H-14. Itulah kenapa saya sampaikan tolong diperbaiki karena nanti status merah, orange, kuning jadi kacau," jelas Kang Emil. 

Kang Emil juga menyayangkan data yang menumpuk merupakan data campuran yang lama dimana data kasus tidak dimasukkan ke dalam data sembuh. Itu yang mengakibatkan kasus COVID-19 di Jabar terlihat sangat banyak. 

"Tingkat keterisian RS tidak bisa dibohongi itu nyata, saya titip kepada kepala daerah untuk Covid-19 harus 30%, kalau sebuah RS punya 300 tempat tidur, itu 100 tempat tidur wajib untuk Covid-19," ujarnya.

Realisasi yang sudah dilakukan, Kang Emil juga banyak mengapresiasi tenaga kerja dan aparat di Jawa Barat yang sigap dalam penanganan COVID-19.

Dengan begitu, dirinya berharap tidak ada lagi rasio tingkat keterisian rumah sakit yang perlu dikhawatirkan. 

"Kita mengubah strateginya karena kalau kita energinya habis di ujung proses yakni rumah sakit tidak akan menyelesaikan secara fundamental. Hari ini tingkat keterisian rumah sakit selalu penuh dan tidak bisa dibohongi," ujar dia.