Pemerintah Mau Perkuat Tracing COVID-19 Pakai Aplikasi Hingga Babinsa

ERA.id - Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri untuk membahas penanganan pandemi COVID-19. Salah satu pembahasannya adalah penguatan testing, tracing, dan treatment (3T).

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan Jokowi sedang menyiapkan instruksi presiden (Inpres) untuk memperkuat tracing atau pelacakan kontak dekat secara digital.

"Terkait dengan tracing yang secara digital yaitu program Peduli Lindungi, bapak Presiden akan mempersiapkan Instruksi Presiden, Inpres, sehingga program Peduli Lindungi ini bisa digunakan," ujar Airlangga dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (3/1/2021).

Menurut Airlangga, dengan meningkatkan tracing digital, diharapkan bisa lebih efektif mengontrol orang-orang yang diduga terinfeksi COVID-19. Dengan begitu, laju penularan virus korona dapat ditekan.

"Sehingga bisa efektif mengontrol mereka yang terpapar secara digital, sehingga bisa di trace gerakan-gerakan, dan mereka yang bisa potensi terkait dengan penularan," kata Airlangga.

Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan tracing dengan melibatkan Babinsa, Babinkamtibmas, dan Satpol PP.

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan pesan Jokowi yang ingin melakukan standarisasi masker yang digunakan masyarakat. Namun dia tak menjelaskan secara rinci masker seperti apa yang dimaksud. Dia hanya menyebutkan, masker yang dipakai benar-benar dapat melindungi dari virus korona.

"Untuk masker, Bapak Presiden minta ada standarisasinya. Sehingga masker yang digunakan masyarakat itu memenuhi standar kesehatan, tentu maskernya akan juga efektif digunakan," pungkasnya.