Moonlight Mobile Theatre dan Sensasi 'Mengintip' Pertunjukan Tari Avant-Garde

Tim Editor

Maket desain arena pentas Moonlight Mobile Theatre yang mengadopsi lubang intip bagi audiens. (Foto: Moonlight Mobile Kingdom/Instagram)

ERA.id - Bayangkan kamu ada di sebuah ruang pertunjukan melingkar. Lampu perlahan-lahan semakin remang, menandai pertunjukan akan segera dimulai. Dan dari balik lubang kotak pos di depanmu, kamu bisa 'mengintip' sejumlah orang yang menari.

Ide pertunjukan ini diwujudkan oleh sebuah kelompok tari bernama Moonlight Mobile Theatre. Melansir dari Reuters, kelompok tari asal Jepang ini akhirnya bisa mengajak penonton menyaksikan pentas avant-garde mereka sambil tetap menjaga jarak aman satu sama lain.

Audiens akan diminta duduk di sebuah bangku yang disekat dan mengelilingi panggung pertunjukan. Setiap bilik dilengkapi dengan lubang persegi yang didesain seperti kotak pos, tempat penonton menyaksikan pertunjukan tersebut.

"Kami sengaja melubangi bilik sehingga tampak seperti kotak pos," kata Nobuyoshi Asai, direktur artistik dan koreaografer kelompok teater tersebut.

Menurut Nobuyoshi, lingkup visual yang terbatas membuat audiens menjadi semakin sungguh-sungguh dalam menyaksikan pertunjukan.

Moonlight mobile theatre
Pertunjukan tari Moonlight Mobile Theatre yang ditonton dari lubang pos. (Foto: Reuters)

Reuters menyebutkan bahwa kelompok teater ini mulai menciptakan 'lubang intip' sejak Desember setelah sejumlah pertunjukan harus mereka batalkan akibat pandemi. Sejak Desember itu pula, tiket pertunjukan yang dilihat via lubang intip ini habis terjual.

Meski peminatnya banyak, pertunjukan ini hanya memperbolehkan maksimal 30 orang penonton dalam setiap pertunjukan. Reuters menyebut kelompok teater ini pun sedikit kesulitan menutupi biaya produksi, yang juga mencakup pemberian disinfektan ke lokasi pertunjukan. Sementara itu, subsidi pemerintah Jepang terlalu kecil untuk menutupi ongkos produksi.

Meski begitu, Asai mengakui bahwa ide 'lubang intip' tersebut punya banyak keuntungan.

"Jika kita tak melakukan ini, maka para seniman bakal kehilangan kesempatan untuk menari dan berakting," kata dia. "Kami mengajukan konsep ini sebagai model cara membawa penonton kembali menyaksikan pertunjukan."

Tag: seni tari seni seniman jepang pandemi COVID-19

Bagikan: