Anak SD Kelas 1 di Bandung Dicukur Pitak Gurunya, Sempat Trauma Pergi ke Sekolah

| 10 Aug 2022 08:45
Ilustrasi anak menangis (Pixabay)

ERA.id - Seorang anak kelas 1 SD swasta di Bandung, Jawa Barat, dipitak atau dipotong tak beraturan rambutnya, oleh gurunya. Dia juga dirisak kawannya. Insiden ini bikin orang tua murid kesal.

Terlihat dalam video tersebut, sang ibu memprotes pihak sekolah, usai melihat kondisi anak yang kala itu tidak nyaman dan takut untuk bersekolah kembali di sekolah tersebut.

"Kejadian tersebut terjadi seminggu lalu, sebelumnya memang anak saya memberi tahu bahwa rambutnya harus dipotong, dan kami pun memang berencana untuk memotong rambutnya setelah pulang sekolah," tutur RV, ibu dari si anak itu kepada ERA, Rabu (10/8/2022).

"Pada saat pulang sekolah, pihak sekolah sudah memotong rambut anak saya tanpa sepengetahuan saya, tak hanya itu, anak saya demam dan tidak mau sekolah, karena ada perlakuan tidak baik dari teman-temannya," tambahnya.

RV menjelaskan sekolah yang berada di kawasan Margaasih, Kota Bandung, memiliki sistem buku sambung, seperti guru kelas bisa memberitahu kepada orang tua murid mulai dari tugas atau teguran-teguran lain, sehingga orang tua bisa mendukung sekolah dalam pembelajaran siswa.

"Kalau memang si anak haruslah dipotong rambutnya, padahal guru atau sekolah memiliki kontak saya, seharusnya bicara langsung kepada saya, lagi pula saya melihat dalam aturan sekolah, tidak ada peraturan yang mengharuskan dipotong sesuai standar rambut murid laki-laki," paparnya.

Awalnya, RV tidak ingin mengunggah perlakuan sekolah tersebut kepada anaknya, namun karena beberapa hal dan melihat respons sekolah yang tidak sesuai harapannya, RV mulai memposting video tersebut.

Saat ini RV mengatakan bahwa permasalah tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan sang anak sudah bersekolah di sekolah baru.

"Sekarang, adek sudah bersekolah di sekolah baru karena tidak ingin kembali ke sekolah tersebut dan Alhamdulillah kembali ceria, untuk penanganan mental sendiri, kami lakukan secara mandiri, begitupun penangan mental terhadap diri saya," ungkapnya.

Rekomendasi