Sebarkan Infeksi Kulit pada Ternak, Virus LSD Terdeteksi di DIY dan Jateng

| 19 Jan 2023 20:07
Sebarkan Infeksi Kulit pada Ternak, Virus LSD Terdeteksi di DIY dan Jateng
Bupati Sleman Kustini menyaksikan vaksinasi LSD pada ternak. (Dok. Pemkab Sleman)

ERA.id - Penyakit infeksi kulit Lumpy Skin Disease (LSD) yang melanda ternak ditemukan di beberapa daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Di Kabupaten Sleman, DIY, terkonfirmasi 5 ekor ternak terjangkit LSD. Sebanyak 1.300 dosis vaksin siap disuntikkan untuk mencegah penyakit ini.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suparmono menyampaikan LSD terkonfirmasi pertama di Sleman pada 23 Desember 2022.

"Hingga Rabu (18/1/2023) pagi, jumlah terkonfirmasi sebanyak 5 ekor yang terjangkit virus LSD," kata dia.

Suparnono menyebut, di Sleman terdapat ribuan ternak rentan LSD, yakni sapi perah 3281 ekor, sapi potong 29.495 ekor dan kerbau 184 ekor.

“Vaksin adalah jalan satu satunya untuk mencegah LSD. Oleh karena itu, kami telah menerima 1300 dari 3000 dosis vaksin yang diajukan kepada Kementan RI,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan vaksinasi akan langsung dilakukan terutama kepada 219 ekor hewan ternak di dusun-dusun radius 10 kilometer dari kasus LSD yang pertama ditemukan.

Penyakit yang menyerang kulit pada sapi dan kerbau ini sebenarnya merupakan penyakit lama. Penyakit yang disebarkan melalui gigitan lalat ini muncul lagi usai serangan penyakit mulut dan kuku (PMK) ternak.

Adapun Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, juga sudah mendapat informasi terkait penyakit LSD yang menyerang sejumlah hewan ternak di Jawa Tengah. Namun ia tak menyebut jumlah dan sebarannya. Ia meminta jajarannya sigap dan meminta ternak segera diisolasi.

"ITeorinya sudah ada, ilmunya sudah ada, seperti layaknya kita kemarin menangani Covid. Begitu terjadi udah ditutup, diisolasi terus kemudian kami lakukan treatment," kata Ganjar dalam keterangannya.

Untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, Ganjar telah meminta Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah segera melakukan tindakan cepat. "Saya sudah mendapatkan informasi itu (LSD) dan saya minta cepet ditangani. Cepet diambil sampelnya, bawa ke lab agar kami tidak salah treatment," tegasnya.

"Penyuluh menjadi penting hari ini, maka jangan abaikan penyuluh. Sehingga mereka bisa dijadikan garda terdepan berkolaborasi dengan peternak yang ada di tempat-tempat ternak itu berada," pungkasnya.

Rekomendasi