Pelajar Kota Bogor Nekat Gantung Diri, Begini Kronologisnya

| 06 Apr 2023 09:20
Pelajar Kota Bogor Nekat Gantung Diri, Begini Kronologisnya
Ilustrasi gantung diri (Antara)

ERA.id - Seorang pelajar Kota Bogor berinisial FRA warga perumahan Bogor Raya FBX, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Saat ditemukan, pelajar tersebut sedang tergantung di teralis jendela kamar dengan sabuk dan atau ikat pinggang yang terikat di leher. Belum diketahui penyebab pelajar tersebut nekat menggantungkan diri di teralis jendela.

Namun, Menurut saksi, Maimunah (PRT) terakhir berkomunikasi pada hari Selasa Tanggal 04 April 2023 sekitar pukul 16.00 WIB. Saksi melihat korban masuk ke kamar dan tidak keluar rumah lagi sampai pada hari Rabu sekitar jam 06.30 WIB .

"Jemputan sekolah datang untuk menjemput korban dan korban digedor kamarnya namun tidak menyaut dan akhirnya pembantu korban tersebut menyuruh jemputan untuk duluan," kata Kepala Unit (Kanit) Polsek Bogor Barat, Imam Bachtiar pada Rabu (05/04/2023).

Kemudian, lanjut Imam, sekitar pukul 07.30 WIB pembantu korban mengintip dari kaca depan rumah kamar dan melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di teralis jendela kamar korban.

"Lalu pembantu lari keluar rumah untuk meminta bantuan tetangga sekitar," ucap Imam.

Menurut keterangan Mumina, saksi lainnya, masih kata Imam, pada hari Rabu tanggal 05 April 2023  sekitar jam 07.30 WIB berada di dalam dan sedang menyetrika.

Saksi dikagetkan oleh Maimunah yang memberitahu kalau korban gantung diri di kamar kemudian saksi memberitahu Ibu kandung korban lewat telepon.

Menurut keterangan Dian (Ibu korban), lanjut Imam, Bahwa ketika sedang berada di luar rumah dia di telepon oleh pembantunya yang bernama Mumina dan memberitahu bahwa anaknya telah gantung diri di kamar lalu ketika pulang di rumah sudah banyak orang.

Menurut keterangan ibu korban bahwa korban tidak ada riwayat sakit apa-apa dan selama ini ibu korban tidak melihat adanya kelainan atau stres dan juga tidak mempunyai masalah.

"Selanjutnya pihak keluarga korban tidak bersedia dilakukan autopsi dan selanjutnya pihak keluarga  korban membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi dan selanjutnya korban akan dikebumikan oleh pihak keluarga dan warga masyarakat sekitar lokasi rumah korban," tutup Imam.

Rekomendasi