ERA.id - Gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat dini hari, membuat belasan rumah rusak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Erwin Andriatmoko mengatakan hingga Jumat siang pihaknya mencatat sedikitnya 15 rumah warga yang rusak.
"Datanya masih terus bergerak. Kami masih mengumpulkan informasi dari seluruh wilayah kecamatan," kata Erwin.
Ia menjelaskan bangunan yang rusak merupakan rumah warga dengan kategori kerusakan ringan hingga sedang, dan masih dimungkinkan adanya tambahan data seiring proses pendataan di lapangan.
Adapun wilayah yang dilaporkan terdampak meliputi Kecamatan Pacitan, Pringkuku, Kebonagung, Bandar, dan Nawangan.
BPBD Pacitan saat ini terus memantau dengan aparat kewilayahan untuk memastikan dampak gempa, sekaligus mempercepat proses pendataan.
Selain itu pihaknya mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing, terutama pada bagian struktur yang berpotensi membahayakan keselamatan.
"Masyarakat kami minta segera melapor ke aparat setempat atau langsung ke Pusdalops BPBD jika ditemukan kerusakan, agar bisa segera ditindaklanjuti," ujar Kepala BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko.
Ia juga meminta warga tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan, serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah dan instansi terkait.
Jogja kena imbas
Gempa itu juga berefek ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). BPBD DIY mendata sebanyak 40 orang menjalani perawatan medis karena bencana itu.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, Jumat (6/2/2026) menyampaikan hingga laporan sementara diterima, tidak terdapat korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD DIY, dia menyebut dampak kerusakan tercatat di beberapa wilayah. Di Kota Yogyakarta, kerusakan terjadi di Kapanewon Umbulharjo berupa atap balai kampung.
Sementara di Kabupaten Bantul, gempa berdampak di 10 kapanewon, meliputi Banguntapan, Bantul, Imogiri, Jetis, Kasihan, Pajangan, Pleret, Pundong, Sedayu, dan Srandakan.
Dampak kerusakan di Bantul meliputi delapan rumah rusak, dua tempat ibadah, satu fasilitas pemerintah, dua fasilitas pendidikan, serta satu fasilitas kesehatan.
Hingga laporan terakhir BPBD DIY, tidak terdapat informasi dampak kerusakan maupun korban jiwa di Kabupaten Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul. "Data bersifat sementara, dapat berubah sesuai update terbaru," ujar Ruruh.