Pilu Ibu Pencari Kerang Tewas Diterkam Buaya di Sungai Luan Boya Aceh

| 18 Feb 2026 05:17
Pilu Ibu Pencari Kerang Tewas Diterkam Buaya di Sungai Luan Boya Aceh
Ilustrasi tenggelam. (Pixabay)

ERA.id - Polres Simeulue, Aceh, melalui Polsek Teluk Dalam, memaparkan upaya penyelematan seorang wanita yang tewas diterkam buaya saat mencari lokan atau sejenis keran tiram.

Kapolsek Teluk Dalam Ipda Zainur di Simeulue, Senin silam mengatakan, korban berinisial JW (35) merupakan ibu rumah tangga (IRT), warga Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue.

"Korban meninggal dunia setelah diterkam buaya. Saat itu korban sedang mencari lokan bersama temannya. Serangan buaya tersebut terjadi pada Minggu (15/2)," kata Zainur.

Ia menyebutkan kejadian berawal ketika dirinya menerima informasi JW dilaporkan hilang setelah diserang buaya saat mencari lokan di Sungai Luan Boya sekira pukul 11.00 WIB.

Setelah menerima informasi tersebut, Zainur bersama anggota menuju Sungai Luan Boya. Keduanya bersama masyarakat menyusuri sungai tersebut mencari korban.

"Pencarian dilakukan dengan menyisir sungai. Korban akhirnya ditemukan dengan kondisi dalam cengkeraman buaya yang muncul di pinggir sungai," kata Kapolsek Teluk Dalam itu.

Zainur menyebutkan masyarakat bersama polisi dan anggota Koramil yang terlibat dalam pencarian berupaya melepaskan korban dari cengkeraman buaya dengan menggunakan kayu dan tali serta peralatan lainnya.

"Korban berhasil dilepaskan dari cengkeraman buaya dengan kondisi meninggal dunia. Selanjutnya korban diserahkan kepada keluarga untuk proses fardu kifayah," kata Zainur.

Kapolsek mengimbau masyarakat, khususnya yang biasa beraktivitas di sekitar sungai seperti mencari kerang, memancing, mandi, mencuci, maupun aktivitas lainnya, agar lebih berhati-hati terhadap keberadaan buaya.

"Kami juga instruksikan Bhabinkamtibmas untuk meningkatkan patroli dan pemantauan di sungai-sungai yang rawan keberadaan buaya, guna mencegah terjadinya korban susulan," kata Zainur.

Camat Teluk Dalam Andrik Dasandra mengatakan pihaknya juga sudah meminta kepala desa mengimbau kepada masyarakat supaya hati-hati saat beraktivitas di sungai maupun muara, karena rawan interaksi negatif buaya.

"Kami mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di area rawan gangguan buaya seperti di sungai, muara, maupun perairan di kawasan Teluk Dalam dan sekitarnya," kata Andrik Dasandra.

Rekomendasi