Ini Penyebab Dua Harimau Benggala Mati di Bandung Zoo

| 26 Mar 2026 17:15
Ini Penyebab Dua Harimau Benggala Mati di Bandung Zoo
Harimau benggala (Antara)

ERA.id - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat mengungkap penyebab kematian dua harimau Benggala, Huru dan Hara di Bandung Zoo. BBKSDA menyebut Huru dan Hara mati akibat virus Panleukopenia.

Humas BBKSDA Jawa Barat Eri Mildranaya mengatakan kedua anakan harimau berusia delapan bulan tersebut terjangkit virus yang dikenal sangat berbahaya, terutama bagi satwa muda.

"Secara umum keduanya terinfeksi Panleukopenia. Berbagai upaya sudah dilakukan secara maksimal, namun hasil akhirnya berkata lain," kata Eri, dikutip Antara, Kamis (26/3/2026).

Eri menjelaskan penanganan dilakukan secara kolaboratif oleh tim lintas instansi, mulai dari Rumah Sakit Hewan Cikole, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), BBKSDA, hingga tim medis dari kebun binatang.

"Kami sangat berduka. Kedua anak harimau ini bukan sekadar satwa tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Bandung," ujarnya.

Eri mengatakan gejala yang muncul pada kedua harimau antara lain muntah, diare, hingga adanya darah pada feses, indikasi kuat infeksi virus yang menyerang sistem pencernaan dan imunitas.

Terkait sumber penularan, ia menjelaskan virus Panleukopenia dapat berasal dari berbagai faktor, termasuk lingkungan sekitar.

"Kami belum bisa memastikan apakah ada satwa lain yang terjangkit. Saat gejala muncul, anakan langsung diisolasi ke kandang karantina dan ditangani secara intensif," katanya.

Sebelumnya, dua anak harimau Benggala bernama Huru dan Hara berusia delapan bulan dilaporkan mati pada Kamis (26/3) dan Selasa (24/3) di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo).

Hara dan Huru diketahui merupakan salah satu koleksi satwa di Bandung Zoo yang lahir pada 12 Juli 2025 dari pasangan induk jantan bernama Sahrulkan dan betina Jelita.

Rekomendasi