Bahaya Mengintai di Balik Rencana Pembangunan PLTP Gunung Ungaran

| 07 Sep 2026 08:46
Bahaya Mengintai di Balik Rencana Pembangunan PLTP Gunung Ungaran
Puncak Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang. (Wikimedia Commons)

ERA.id - Ada bahaya yang mengintai di balik rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran. Makanya Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah, Muhammad Farchan meminta proyek itu dikaji ulang.

"Proyek geothermal Gunung Ungaran ini kan informasinya sedang dalam pengkajian. Namun, ketika pengkajian dilakukan, rekomendasi izin justru sudah diterbitkan pemerintah pusat, yakni Kementerian ESDM," katanya, di Semarang, Minggu kemarin.

Menurut dia, penolakan masyarakat terkait proyek tersebut sangat wajar mengingat keberadaan Gunung Ungaran selama ini sangat vital, seperti sumber air minum, lahan hijau, dan habitat Elang Jawa.

"Flora fauna di Gunung Ungaran ini sangat sangat kental sekali. Ada burung Elang Jawa atau orang mengatakan burung Garuda yang hampir punah. Ini kan harus ekstra hati-hati," katanya.

Lalu di kawasan Gunung Ungaran terdapat bangunan cagar budaya, yakni Candi Gedong Songo yang merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno dari masa Dinasti Sanjaya pada abad ke 8-9 Masehi.

Sebagai mantan Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, ia juga sangat memahami peran penting Gunung Ungaran sebagai sumber air baku bagi perusahaan daerah itu.

"Perubahan bentang alam ini enggak main-main. Ketika proyek ini dimulai tentu akan merubah bentang alam. Jalan akses yang akan dibangun, lahan rusak dan sebagainya. Di sana ada tempat potensi wisata, dan sebagainya," katanya.

Penolakan pembangunan PLTP Gunung Ungaran, kata dia, bukan berarti menunjukkan bahwa proyek tersebut salah, tetapi lebih pada pertimbangan manfaat dan kerugiannya.

"Kami tidak dalam konteks bahwa proyek ini salah loh. Namun perlu diperhitungkan. Jadi, perhitungan-perhitungan ini yang perlu dilakukan oleh pihak pemerintah pusat," kata Farchan.

Proyek pengembangan energi geothermal melalui PLTP Gunung Ungaran sebelumnya ditolak masyarakat bahkan ada sejumlah petisi yang telah menghimpun ribuan tanda tangan.

Pengembangan panas bumi Gunung Ungaran melalui pembangunan PLTP berpotensi menghasilkan energi listrik 55 megawatt (MW), dan diperkirakan menyumbang 4-5 persen total bauran energi baru terbarukan (EBT) di Jateng.

Rekomendasi