Sindiran Telak Plt Gubernur Sulsel untuk Panitia Masjid yang Adu Banyak Jumlah Celengan Infak

| 14 Oct 2021 14:36
Sindiran Telak Plt Gubernur Sulsel untuk Panitia Masjid yang Adu Banyak Jumlah Celengan Infak
Plt. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman

ERA.id - Beberapa waktu lalu, pada bulan September 2021, fenomena tak mengenakkan yang menampar pengurus masjid, terjadi di Makassar.

Seorang pria membakar mimbar milik Masjid Raya. Perbuatan itu dilakukannya, usai pelaku datang beristirahat atau tidur di Masjid Raya, kemudian pengurus dan pihak keamanan masjid melarangnya.

Merespons itu, dai kondang yang kerap memancing tawa, ustaz Das'ad Latif mengaku kalau ada hikmah di sana. Umat muslim mesti mengoreksi diri.

"Memang ada kadang kala pengurus masjid, orang istirahat disuruh pergi. Padahal, bisa jadi orang tersebut tidak ada tempat istirahat, cari ketenangan jiwa. Itu koreksi bagi kita semua," ujarnya.

Usai pembakaran mimbar masjid itu bikin heboh, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman pun menulis status sindiran di Facebook yang ditujukan kepada umat muslim. Pesannya menyentuh dan viral.

Entah apa alasan Sudirman menulis itu, namun yang pasti, ribuan warganet membagikan unggahan Sudirman. Banyak yang tersentuh, bahkan berdebat dalam kolom komentar.

Penasaran dengan status tersebut? Berikut tulisan Sudirman yang diunggah pada 26 September silam, dan dikutip oleh ERA.id.

"Ada sahabat kami yang menyarankan seandainya kami mampu membangun masjid.

*Maka kami berpesan ‘bukalah pintu masjidmu 24 jam, agar Engkau tidak malu di hadapan Allah yang telah membukakan pintu ampunan-Nya untuk kita semua disetiap waktu.’

Barangkali ada saudara kita yang ingin beri’tikaf malam atau bertahajjud dan pintu masjid yang dijaga oleh ta’mir tetap terbuka.

**Pesan kedua, Jangan pernah engkau tulis ‘Dilarang Tidur di Masjid‘ karena kamu tidak tahu ada beberapa musafir yang sama sekali tidak punya uang untuk menginap di Hotel/penginapan dan perkarangan lantai depan masjid lah mereka bisa untuk mengistirahatkan kepenatannya.

**Pesan yang ketiga, Jangan pernah kamu tulis ‘Selain jamaah masjid dilarang menggunakan toilet atau Toilet Bukan Untuk Mandi‘.

Mengapa begitu perhitungannya kita dengan musafir, hanya menumpang buang air kecil pun atau untuk membersihkan diri harus dicegah? Padahal ceramah Khotib mengatakan “kebersihan sebagian dari iman”.

**Pesan Keempat, Jangan pernah kamu tulis “Jangan membawa anak kecil”, atau berkata “Hus jangan brisik!” Ketahuilah anak anak kecil itulah yang akan menjadi penerus kita nanti, baik selagi hidup atau sudah wafat. Biasakanlah anak-anak kita dengan masjid.

**Pesan Kelima, ‘Bangunlah masjidmu senyaman mungkin, karena masjid bukan hanya sekedar tempat bersujud‘ tetapi bisa digunakan untuk bermusyawarah, mengurusi masalah ummat, menimba ilmu serta menenangkan hati dan mengistirahatkan dzahir dan batin kita.

**Pesan Keenam, sebelum kuakhiri, bila kamu jadi pengurus masjid, ‘Jangan bangga jumlah infak yang ratusan juta, tapi tidak digunakan untuk kemakmuran masjid’.

Ingatlah! Orang berinfak ke masjid itu berharap pahala jariyah. Bagaimana mereka akan mendapatkan pahala amal jariyah dan kamu mendapatkan pahala menjaga amanah nya, sedangkan uang infak mereka tidak kamu gunakan, karena kamu hanya bangga dengan ‘total saldo‘ nya saja!

Apakah kamu tahu, di sekitar mesjid ada yang terjerat rentenir demi memulai usaha mikro atau usaha kecil?  Dana yang kamu kumpulkan bisa dikelola oleh BMT.

Permudahlah setiap orang yang mampir ke masjidmu, barangkali karena amal kecil itu bisa menjadi sebabmu ke sorgaNya.

*WA Copas"

Rekomendasi