Pemkot Tangerang Tak Dapat Anggaran Penanganan Banjir di 2022, DPRD Dorong Percepatan Normalisasi Sungai dan Kali

| 27 Oct 2021 18:48
Pemkot Tangerang Tak Dapat Anggaran Penanganan Banjir di 2022, DPRD Dorong Percepatan Normalisasi Sungai dan Kali
Jajaran Pemkot dan DPRD Kota Tangerang saat audiensi dengan BBWSCC terkait penanganan banjir (M. Iqbal/ ERA.id)

ERA.id - Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dan Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Komisi IV menyambangi Balai Besar Wilayah Sungai Cisadane-Ciliwung (BBWSCC). Kedatangan mereka adalah untuk audiensi terkait migasi penanganan banjir, terutama pada 2022 mendatang.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Edi Suhendi mengatakan dari pengalaman selama dua tahun belakangan setiap bulan Januari hingga Februari terjadi banjir. Sehingga, sebagai langkah antisipasi mereka melakukan koordinasi dengan BBWSCC untuk program penanganan banjir.

"Kita menanyakan program apa saja yang dianggarkan oleh BBWSCC ke Kota Tangerang kaitan dengan penanganan banjir di 2022," ujarnya, Rabu (27/10/2021).

Namun, sayangnya kata Edi BBWSCC tidak memberikan anggaran tersebut untuk Kota Tangerang di 2022. "2022 malah enggak ada sama sekali," imbuhnya.
 
Di 2021, saat ini BBWSCC tengah membangun Turab di Cisadane dengan anggaran Rp 47 Miliar. Sejauh ini Proyek tersebut belum rampung.

"Kita rada lemes juga karena enggak ada anggaran untuk kota Tangerang sehingga yang sudah ada seperti di Cisadane kan belum selesai kayak di kali Angke, Sabi, itu sangat rentan terulang kembali banjir di kota Tangerang, kan ada peluang karena tidak dan pembangunan," jelas Edi.

Banjir tersebut kata Edi didominasi karena luapan kali dan sungai yang menjadi kewenangan BBWSCC. Seperti Cisadane, Angke, Cirarab dan Sabi. Menurut Edi, Pemkot Tangerang tidak bisa melakukan normalisasi tersebut apabila tidak ada koordinasi dengan BBWSCC.

"Kita desak agar kota Tangerang bisa Segera bisa normalisasi kali dan sungai sebelum Desember, dan tadi oleh BBWSCC walaupun ada kewenangan ada di BBWSCC kalo itu termasuk dalam tanggap darurat bencana banjir dipersilahkan, tapi harus ada koordinasi dengan BBWSCC," jelasnya.

"Kita cuma minta pengerukan kan ada kali yang puluhan tahun belum dikeruk, minimal mengurangi sendimentasi yang berpotensi banjir itu bisa disegerakan, asal ada surat ke BBWSCC," tambah Edi.

Kepala Bidang Tata Air untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Iwan Setiawan mengatakan untuk anggaran program penanganan banjir dari BBWSCC masih dikaji.

"Belum ada jawaban belum dapat sih tapi memang masih dikaji lagi sama BBWSCC, perlu support dan tindak lanjut kita masih ada waktu untuk diprogram kan," katanya.

Dia menuturkan ada beberapa sungai dan kali yang fokus bakal dinormalisasi. Seperti Cisadane, Angke, Cirarab dan Sabi.

"Terkait dengan usulan kita penanganan banjir di 2022 kaitan dengan Cisadane, Sabu, Angke dan Cirarab. Udah kita usulkan biar kita jadi prioritas, biar ada realisasinya," jelasnya.

"Kalo yang internal kita (Bidang Tata Air) terus berjalan tinggal yang BBWSCC ini yang kita dorong terus agar direalisasikan karena sudah musim hujan jadi harus di implementasikan," pungkas Iwan.

 

 

Rekomendasi