Begal Sadis yang Rampas Motor Penyapu Jalan Kota Medan Dibekuk Polisi, Usianya Masih 19 Tahun

Tim Editor

Konferensi pers pengungkapan sejumlah kasus begal di Polda Sumut (Muchlis Ariandi/Era.id)

ERA.id - Pelaku begal sadis yang merampas sepeda motor milik petugas penyapu jalan di Medan hingga babak belur, diringkus tim gabungan anti begal atau tim siluman Polda Sumut dan Polrestabes Medan.

Dua pelaku yang diringkus tersebut yakni AHS (19), warga Kabupaten Deli Serdang sebagai eksekutor dan temannya HM (30), warga Kota Medan, yang bertugas sebagai pencari pembeli kendaraan hasil curian.

"Kedua pelaku dibekuk oleh tim dari Satreskrim Polrestabes Medan bersama Polsek Medan Timur, dibantu Ditreskrimum Polda Sumut," kata Direktur Ditreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, saat pemaparan di Polda Sumut, Rabu (12/1/2022).


Dijelaskan mantan Kabid Humas Polda Sumut itu kedua tersangka begal diringkus dalam operasi oleh tim siluman yang digelar di Polda Sumut bersama tujuh Polres se-jajaran Polda Sumut yang meliputi, Polrestabes Medan, Polres Belawan, Polresta Deli Serdang, Polres Binjai, Langkat, Polres Serdang Bedagai dan Polres Tebingtinggi.

"Dari hasil operasi yang dilaksanakan sejak tanggal 2 - 10 Januari, berhasil diamankan 63 tersangka dari 50 kasus tindak kejahatan berupa pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor. Salah satu kasus yang kami ungkap adalah pembegalan terhadap petugas kebersihan di wilayah Kota Medan," ungkapnya.

Dikatakan Tatan, tersangka AHS dari pengakuannya sudah empat kali melakukan pembegalan di wilayah Kota Medan. Rata-rata korban yang ditarget adalah pengendara kaum ibu.

Selanjutnya, kata mantan Wakapolrestabes Medan itu hasil pembegalan dijual oleh tersangka HM (30) kepada pembeli dengan harga yang variatif.

"Selalu mengincar pengendara yang terbilang rentan, seperti ibu-ibu. Ini menjadi pembelajaran agar ibu-ibu tidak mengendarai sepeda motor sendirian saat belanja atau melintas di jalan yang sepi sehingga dimanfaatkan para pelaku. Apalagi, dari hasil pemeriksaan urine rata-rata pelaku ini adalah pemakai narkoba sehingga tidak segan-segan melukai korbannya," bebernya.

Sementara AHS saat ditanya awak media mengaku telah berhasil melakukan aksi pembegalan selama empat kali. Sepeda motor hasil begal kemudian dijual melalui HM dengan keuntungan Rp500 ribu.

Pria kurus yang merupakan residivis kasus narkoba itu juga mengakui mengkonsumsi narkoba jenis sabu sebelum melakukan aksi begal.

"Iya pakai pak, sebelum melakukan (begal). Mulai kenal narkoba sejak 2016 lalu. Kalau begal baru tahun ini pak," ucapnya kepada awak media.

AHS yang terbilang masih muda itu mengatakan sebelum melakukan begal sepeda motor, ia terlebih dahulu melakukan mapping situasi hingga mencari target korban.

Akibat melakukan perlawanan saat akan ditangkap, kedua AHS ditembus timah panas petugas di bagian betis.

"Sebelum dibegal saya lihat situasi, kemudian membuntuti korban dan menentukan waktu yang tepat sebelum merampas sepeda motor. Say tidak menggunakan senjata tajam, hanya merampas saja dengan menendang korban," ungkapnya.

Sementara HM mengaku baru sekali terlibat kejahatan dengan AHS. Tugasnya hanya mencari pembeli hasil begal. Sedangkan setelah calon pembeli telah dapat, ia akan menggunakan dengan AHS.

"Saya menjualkan aja pak, baru sekali (melakukan). Setelah dapat (pembeli) saya pertemukan dengan AHS, saya dapat bagian Rp500 ribu. Sepeda motor milik petugas kebersihan itu kami jual Rp2,5 juta," pungkasnya.

Tag: medan begal

Bagikan: