Tewaskan Seorang Pemuda, Warga Gowa Kembali Diserang Teror Anak Panah

Tim Editor

Ilustrasi anak panah (Unsplash/Gioele Fazzeri)

ERA.id - Arman (25) warga Dusun Pandang Jawa, Desa Kanjilo, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (20/5/2022) kemarin. Ia merupakan korban pembegalan dari begitu banyak peristiwa di Sulawesi Selatan.

Arman alami masa kritis selama dua pekan setelah anak panah tertancap di pinggang kirinya. Ia dirawat di rumah sakit Haji Makassar.

Korban pertama kali ditemukan pada Jumat (6/5/2022) oleh warga. Saat itu Arman ditemukan kritis setelah anak panah menancap di bagian pinggang kirinya, tepatnya di Dusun Tangngalla, Desa Kanjilo, Kecamatan Barombong.


Kasi Humas Polres Gowa AKP Hasan Fadhlyh membenarkan kematian Arman yang telah berjuang di masa kritisnya. Ia pun menjelaskan kronologi awal yang dialami Arman.

Arman awalnya dikira merupakan korban tawuran antar kelompok yang memang pada masa itu kerap terjadi di Gowa, maupun Kota Makassar. Setelah diselidiki, ternyata bukan.

"Informasi pada saat itu korban adalah korban begal dan setelah dilakukan penyelidikan ternyata bukan korban begal," katanya dalam keterangannya.

Arman dinyatakan merupakan korban pembegalan dan saat ini kepolisian setempat mengakui masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya telah diketahui.

Menurut Hasan Fadhlyh, tim gabungan telah melakukan pengejaran terhadap pelaku, apalagi ia telah memiliki dua saksi atas peristiwa yang menimpa Arman.

"Saat ini tim gabungan tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku dan saat ini sudah ada dua orang saksi yang sementara diambil keterangannya" beber Hasan Fadhlyh.

Tag: teror teror anak panah anak panah panah gowa Sulsel Sulawesi Selatan

Bagikan: