Berduka Istri Meninggal Dunia, Mansyur S Kenang Momen Terakhir: Saya Sempat Kecup Keningnya

| 05 Jan 2026 16:33
Berduka Istri Meninggal Dunia, Mansyur S Kenang Momen Terakhir: Saya Sempat Kecup Keningnya
Mansyur S (Dok. Istimewa)

ERA.id - Penyanyi dangdut senior Mansyur S berduka atas kepergian istri tercinta, Rosyida, pada Senin (5/1/2026). Mansyur S pun mengenang momen hangat bersama istri tercinta semasa hidup bersama. 

Ditemui di kawasan Jakarta Pusat pada Senin (5/1/2026), Mansyur S bercerita bahwa istrinya sempat dirawat selama dua minggu karena kondisi gula darah yang tidak stabil.

"Terakhir ada drop gula. Jadi pada saat kemarin dirawat ada dua minggu, gulanya drop ke angka 46, gula darahnya. Kan itu dari awal, tapi memang awalnya memang sudah ada gula, tapi ternyata memang tidak terkontrol bagaimana, tapi kita selalu kontrol dengan baik," ujar Mansyur S.

Baginya, sosok almarhumah adalah istri yang sangat luar biasa. Sejak menikah, Rosyida selalu setia mendampingi setiap langkah karier dan hidup Mansyur.

"Secara pribadi saya merasa kehilangan, karena 56 tahun dia mendampingi saya sampai dengan sekarang. Saya kira itu," tuturnya.

Pelantun "Tajamnya Karang" ini pun membagikan cerita mengharukan yang terjadi tepat sebelum sang istri menghembuskan nafas terakhir. Pagi itu, kata Mansyur, ia masih sempat melakukan rutinitas olahraga dan memberikan kecupan di kening sang istri.

"Jadi setiap saya habis jalan, saya menghampiri dia, saya cium keningnya. Terus dia (ingin) lagi, saya cium lagi keningnya. Tadi begitu saya habis cium kening kedua, saya jalan lagi menjelang hampir 40, 35 menit saya olahraga, terus keponakan saya kasih makan," jelasnya.

"Ya Allah. Dia nggak bisa masuk (makanan), dia jalan langsung saya kasih air, terus saya pegang kepalanya. Ternyata begitu di kepala, saya sempat juga (cium) keningnya, langsung dia usai (wafat). Itulah tangisan saya terakhir tadi, merasakan karena saya sangat sayang," tambahnya.

Dari kisah-kisah yang dituturkannya, kenangan paling berharga bagi Mansyur S bukan hanya datang dari perjalanan karirnya, tetapi juga dari kehidupan pribadinya. Bahkan hal sederhana seperti masakan sang istri menjadi kerinduan yang tak pernah pudar, menandai betapa dalamnya arti kebersamaan bagi dirinya.

Baginya, almarhumah adalah sosok istri yang baik, penuh perhatian, dan gemar bersedekah. Kepergian sang istri menjadi kehilangan yang mendalam, namun juga meninggalkan jejak keteladanan dan kebaikan yang akan terus hidup dalam kenangan dan doanya.

"Sekali lagi untuk keluarga mohon maaf apabila almarhumah mempunyai kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja. Maafkan kami sebagai manusia pasti ada kekurangan," pungkasnya.

Rekomendasi