ERA.id - Musisi senior Fariz RM menolak secara tegas tawaran untuk mengisi posisi Dewan Pembina dalam Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) maupun komunitas musik lainnya. Fariz RM menyebut industri musik sudah tidak tertarik lantaran banyak unsur politik yang terjadi.
Saat ditemui dalam penyaluran donasi lelang barang-barang memorablenya di Panti Asuhan 1999 Tebet, Fariz RM menegaskan bahwa ia menolak berbagai tawaran untuk bergabung ke dalam asosiasi musik manapun. Ia memilih fokus dengan masa pensiun dan kapasitas dirinya sebagai musisi.
“Saya diminta untuk jadi Dewan Pembina, tapi saya mempertimbangkan kapasitas saya sendiri gitu, apa saya pantes? Satu. Yang kedua, saya baru saja mendeklarasikan saya pensiun lho gitu kan,” ujar Fariz RM.
Pelantun “Sakura” ini lantas memberi pesan kepada sesama musisi dan komposer musik Indonesia untuk saling rukun dan mendukung satu sama lain. Ia ingin kalangan musisi dan komposer tidak saling sikut satu sama lain dan bersikap jujur dengan tindakan yang dipilih.
“Dua saran dari saya ya untuk musik nasional, untuk kalangan komposer, pelaku industri musik, segala macem di sini saya pesen: kalau memang nawaitu Anda semua adalah bener-bener untuk menyelamatkan musik Indonesia, jujurlah tanya hati kalian,” tegasnya.
Fariz RM lantas menyoroti banyaknya komunitas musisi dan komposer sejak era Titiek Puspa hingga yang dikelola pemerintah. Namun kali ini, dengan munculnya AKSI dan VISI membuat pandangan Fariz RM berubah.
Ia menilai kehadiran komunitas yang diklaim memperjuangkan insan musisi Indonesia sudah diwarnai dengan unsur politik. Ia pun meminta agar para musisi yang bergabung di VISI maupu AKSI bisa jujur dengan tindakan yang dilakukan.
“Jujurlah, meleburlah kalian jadi satu saja. Dan jujur memang hanya berjuang buat musik Indonesia, buat musik nasional. Jangan mempergunakan, jangan memanfaatkan profesi Anda untuk kepentingan-kepentingan pribadi Anda yang lain yang tidak Anda ungkapkan. Tuhan Maha Tahu,” imbuhnya.