Heboh Kasus Dugaan Sengketa Tanah di Jakbar, Komika Gian Luigi Soroti Nasib Karyawan

| 06 Jul 2026 10:50
Heboh Kasus Dugaan Sengketa Tanah di Jakbar, Komika Gian Luigi Soroti Nasib Karyawan
Gian Luigi (Instargam/gianluigich)

ERA.id - Komika Gian Luigi membongkar dugaan penyelewengan kewenangan yang dilakukan oleh organisasi masyarakat (ormas) di kawasan Jakarta Barat. Ormas tersebut diduga melakukan penyegelan sepihak terhadap salah satu tempat usaha. 

Dalam video yang dibagikan di Instagram, Gian Luigi mengatakan bahwa dirinya mendapat banyak laporan tentang tindakan ormas yang melakukan penyegelan secara sepihak. Penyegelan ini terjadi akibat masalah sengketa tanah yang turut merugikan sejumlah karyawan.

“Teman-teman tolong disebarkan gue dapat cerita dari karyawan-karyawan yang bekerja di wilayah Arjuna Bowling Jakarta Barat mereka tidak bisa bekerja dan kehilangan pekerjaannya karena kantornya disegel oleh grip jaya permasalahannya sengketa lahan,” ujar Gian Luigi, dikutip ERA, Senin (6/7/2026).

Pemuda berusia 33 tahun ini lantas menegaskan dirinya tidak ingin ikut campur terkait masalah sengketa lahan. Namun dirinya mengingatkan kasus sengketa lahan lebih baik diselesaikan secara hukum.

“Gue nggak mau ikut campur masalah sengketanya kalau emang ini sengketa lahan, tolong diselesaikan secara hukum tidak usah menduduki, mengirimkan ormas atau grip jaya untuk menyegel tempat itu," tegasnya.

Bukan hanya itu saja, ia juga berpendapat akibat masalah yang terjadi banyak karyawan yang turut terdampak. Padahal menurutnya, kehadiran organisasi masyarakat bisa membantu menciptakan situasi yang kondusif, bukan merugikan masyarakat 

“Bukan apa-apa, akhirnya ada karyawan-karyawan masyarakat-masyarakat yang kehilangan pekerjaan tidak bisa bekerja permasalahan disegel seperti itu. Maksudnya kan ormas ini seperti yang gue bilang membantu pemerintah untuk membangun negeri ini bukan menyegel tempat-tempat, bukan urusannya grip jaya nyegel-nyegel ini biarkan keputusan hukum gitu loh,” tuturnya.

Dalam video itu Gian juga menyoroti tindakan ormas yang melarang karyawan untuk masuk ke dalam gedung. Padahal, karyawan yang bekerja di tempat itu hanya ingin mengambil barang pribadi, khususnya pompa ASI. 

“Yang miris adalah bahkan ada karyawan yang pengen masuk cuma pengen ngambil pompa ASI tidak boleh masuk juga, gitu loh kok bisa sih,” katanya.

Lalu, kata Gian, ia meminta agar pihak kepolisian turun tangan dalam menangani permasalahan yang terjadi. Ia berharap pihak berwajib bisa menjadi penengah dalam kasus sengketa lahan ini. 

Lebih lanjut, Gian Luigi menekankan agar tindakan yang dilakukan oleh ormas tidak menimbulkan kerugian lebih besar kepada masyarakat maupun karyawan. 

“Kalian itu kan mengamankan pasti dibayar ya kan. Tapi karena kalian bekerja ada masyarakat yang kehilangan pekerjaannya. Buat bapak-bapak polisi tolong ini diamankan, tolong ditengahi, tolong dibantu,” ujarnya

“Bukan apa-apa, gue cuma pengen teman-teman karyawan ini dapat bekerja dengan baik dan tidak kehilangan pekerjaannya. Jangan sampai kita mencari uang tapi membuat orang lain kehilangan pekerjaannya,” imbuh Gian menutup.

Rekomendasi