5 Langkah Preventif Osteoporosis Sesuai Pemetaan Kementerian Kesehatan

| 21 Oct 2022 18:20
5 Langkah Preventif Osteoporosis Sesuai Pemetaan Kementerian Kesehatan
Ilustrasi menjegah osteoporosis (Unsplash/Benjamin Wedemeyer)

ERA.id - Saat ini osteoporosis menjadi salah satu penyakit yang sangat membutuhkan perhatian serius. Secara medis, osteoporosis adalah kondisi muskuloskeletal (tulang, sendi, dan otot) kronis yang ditandai dengan penurunan kepadatan, kualitas, dan kekuatan tulang yang meningkatkan risiko patah tulang. Hal tersebut tentunya dapat memengaruhi kegiatan sehari-hari dan mengganggu mobilitas konsumen.

Data menyebutkan setidaknya 19,7% dari seluruh masyarakat Indonesia menderita osteoporosis. Lebih lanjut satu di antara tiga wanita dan satu di antara lima pria di atas usia 50 tahun mengalami osteoporosis. Bahkan World Health Organization (WHO) telah menggolongkan osteoporosis sebagai silent disease yang dapat mengancam masa tua nanti. 1 Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan secara dini dan edukasi yang konsisten berupa pemeriksaan kesehatan rutin pada kepadatan tulang, sendi, dan otot kepada kelompok masyarakat usia 40 tahun ke atas agar terhindar dari osteoporosis.

dr. Ari Setyaningrum, SpKO, Ketua Tim Kerja Kesehatan Olahraga,

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan bahwa penyakit tidak menular seperti Osteoporosis masih menjadi penyebab kematian tertinggi dan menjadi beban, baik bagi pasien, keluarganya, dan negara. Untuk itu, terdapat lima langkah preventif osteoporosis yang dipetakan

Kementerian Kesehatan RI, yakni:

1. Meningkatkan aktivitas fisik. Setiap orang disarankan untuk melakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit per hari sebanyak 3 kali seminggu dengan mengombinasikan aspek aerobik, kelenturan, dan keseimbangan tubuh.

2. Mengkonsumsi makanan bergizi untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian.

3. Mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup setiap hari.

4. Menghindari gaya hidup tidak sehat seperti merokok.

5. Mewaspadai faktor risiko seperti riwayat keturunan, penyakit lain, penggunaan obat-obatan jangka panjang, menopause dini, dan penurunan tinggi badan yang signifikan.

"Melalui upayanya dalam melawan osteoporosis di Indonesia yang telah dilalui selama 20 tahun. Dan saya berharap agar dalam waktu mendatang kita tetap dapat berkontribusi dalam upaya promotif dan preventif, sejalan dengan upaya kesehatan yang ada pada pemerintah. Kiranya mulai hari ini, kita diberikan kemudahan dan keberhasilan atas segala upaya yang kita lakukan sehingga kita dapat bersama-sama Ayo Kita Tingkatkan Kesehatan Tulang, tema Hari Osteoporosis Nasional, dan step up your bone health," ujar dr. Ari Setyaningrum, SpKO., dalam acara Rayakan Dua Dekade Lawan Osteoporosis bersama Anlene baru-baru ini di Jakarta.

Selama dua dekade, Anlene bersama Kementerian Kesehatan RI dan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) saling mendukung berbagai program edukasi pencegahan osteoporosis ke masyarakat Indonesia melalui gaya hidup sehat dan aktif dalam mengurangi risiko pegeroposan

tulang sejak dini. Gerakan 10.000 Langkah setiap hari secara konsisten rutin dikampanyekan setiap tahun sebagai langkah mudah bagi kelompok usia dewasa dan lansia untuk berolahraga. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2002, Anlene telah berhasil melibatkan lebih dari 150.000 orang untuk berpartisipasi dalam gerakan ini, dan masih terus bertambah.

Sementara itu, dr. Lily Indriani Octovia, MT, M.Gizi, SpGK(K), Sekretaris Jenderal Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) menyampaikan, kunci dari kesehatan tulang, sendi, dan otot adalah tetap bergerak aktif dan pemeriksaan kesehatan rutin.

"Pada dasarnya, osteoporosis biasanya menunjukkan gejala seperti sakit punggung yang parah, kehilangan tinggi badan, atau membungkuknya tulang belakang. Oleh karena itu, pemeriksaan kepadatan tulang, sendi, dan otot penting untuk dilakukan. Saya sangat mengapresiasi edukasi massal hari ini," ucapnya

Lebih lanjut, beliau mengajak konsumsi kalsium, protein, dan kolagen secara harian penting untuk dikonsumsi oleh kelompok usia di atas 40 tahun.

Tags : osteoporosis
Rekomendasi