Karyawan Laki-Laki di Jepang Jajal Alat Simulasi Haid, Ngaku Kesulitan Bergerak hingga Berdiri

| 08 Mar 2024 20:00
Karyawan Laki-Laki di Jepang Jajal Alat Simulasi Haid, Ngaku Kesulitan Bergerak hingga Berdiri
Karyawan coba alat simulasi haid (freepik/8photo)

ERA.id - Karyawan kantoran laki-laki di sebuah perusahaan telekomunikasi yang berbasis di Tokyo mencoba alat simulasi nyeri haid di Hari Perempuan Sedunia. Seorang karyawan mengaku tidak bisa bergerak usai mencoba alat tersebut.

Bersamaan dengan Hari Perempuan Sedunia, ECEO Group melakukan sebuah acara di perusahaannya dengan mencoba alat simulasi nyeri haid, Perionoid. Alat itu dikembangkan oleh peneliti dari Nara Women's University dan startup Osaka Heat Cool.

Alat simulasi nyeri haid itu akan mengirimkan sinyal listrik melalui bantalan yang ditempatkan di bawah pusar untuk meniru sensasi kram otot di perut bagian bawah.

"Saya tidak bisa bergerak. Sakit sampai saya tidak bisa berdiri," kata Masaya Shibasaki, salah seorang karyawan yang mencoba alat tersebut, dilansir Japan Times, Jumat (8/3/2024).

Usai mencoba alat simulasi nyeri haid itu, Shibasaki mengaku jadi lebih memahami kondisi perempuan ketika harus bekerja dalam kondisi datang bulan. Dia pun merasa kagum dengan para perempuan yang bisa tetap bekerja meski dilanda sakit luar biasa.

"Saya sekarang memahami perempuan harus bekerja sambil melawan rasa sakit ini setiap bulan. Sungguh menakjubkan bagaimana perempuan bisa melakukan itu. Saya sangat menghormati mereka,” ujarnya.

EXEO Group, dengan lebih dari 90 persen tenaga kerja laki-laki, bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi rekan-rekan perempuan, khususnya mengenai cuti menstruasi.

Perusahaan di Jepang secara hukum diwajibkan untuk memberikan cuti menstruasi. Namun, tidak ada persyaratan untuk membayar waktu istirahat dan survei menunjukkan bahwa sekitar separuh pekerja perempuan tidak pernah mengambil cuti tersebut.

Petugas humas EXEO Maki Ogura mengatakan pihak perusahaan berharap karyawan yang mengalami nyeri saat haid bisa menceritakan kondisinya dengan jujur.

"Kami berharap mereka yang mengalami (nyeri haid) hari ini kembali ke tempat kerja mereka dan berbicara tentang apa yang mereka rasakan, dan menyebarkan pemahaman mereka," pungkasnya.

Rekomendasi