Penuhi Tuntutan Dokter, Pemerintah Korea Selatan Akan Kucurkan Tunjangan Rp11 Juta Mulai Bulan Ini

| 08 Mar 2024 21:15
Penuhi Tuntutan Dokter, Pemerintah Korea Selatan Akan Kucurkan Tunjangan Rp11 Juta Mulai Bulan Ini
Pemerintah Korea Selatan beri tunjangan ke dokter (instagram/yonhap_new)

ERA.id - Pemerintah Korea Selatan berjanji akan menaikan gaji dokter muda menyusul aksi mogok kerja massal yang terjadi. Janji ini akan direalisasikan oleh pemerintah sehubungan dengan tuntutan para pekerja medis kepada pemerintah.

Perdana Menteri Han Duck-soo mengatakan praktik yang memaksa dokter muda untuk bekerja 36 jam berturut-turut saat ini turut bertanggung jawab atas aski mogok kerja mereka dan harus diubah.

"Kami akan memulai uji coba sesegera mungkin," katanya, dilansir Reuters, Jumat (8/3/2024).

Han juga mengatakan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan untuk membatasi hingga 24 jam periode dimana para dokter residen dan dokter magang harus bekerja terus menerus.

Selain itu, dia juga menjelaskan para dokter di bidang pediatri akan mendapat tunjangan sebesar Rp11,8 juta mulai bulan ini. Pemerintah juga akan memberikan tunjangan serupa kepada peserta pelatihan lainnya.

"Mulai bulan ini, dokter peserta pelatihan di bidang pediatri akan menerima tunjangan sebesar 1 juta won (Rp11,8 juta) mulai bulan ini, dan pemerintah merencanakan pembayaran serupa untuk dokter peserta pelatihan lainnya," ujar Han.

Kendati berjanji akan memberi tunjangan kerja, Han menjelaskan hal itu akan dimulai dari bagian spesialisasi penting seperti pengobatan darurat dan bedah umum. Pemerintah juga disebut akan mengalokasikan anggaran tambahan untuk merealisasikan hal tersebut.

Lebih dari 10.000 dokter magang dan dokter residen memprotes rencana pemerintah untuk meningkatkan penerimaan sekolah kedokteran sebanyak 2.000 orang per tahun untuk mengatasi kekurangan dokter yang dikhawatirkan di salah satu populasi dengan penuaan tercepat di dunia.

Presiden Yoon Suk Yeol telah mempelopori paket rencana reformasi medis dan mengambil tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa, dengan mencabut izin medis mereka karena melanggar perintah untuk kembali bekerja.

Meskipun ia mengatakan tindakan mereka telah menciptakan "kekacauan" di rumah sakit-rumah sakit besar yang mempekerjakan dokter-dokter magang sebagai bagian penting dari staf mereka, para pejabat mengatakan pada hari Jumat bahwa situasinya telah stabil, sebagian karena dokter dan perawat lain mengambil pekerjaan tambahan.

“Menyatakan, seperti yang dilakukan beberapa orang, bahwa kita sedang menghadapi krisis layanan kesehatan, adalah hal yang berlebihan,” tambah Wakil Menteri Kesehatan Park Min-soo.

Pada hari Jumat, pemerintah mulai mengizinkan perawat untuk melakukan beberapa prosedur yang sebelumnya hanya dilakukan dokter, seperti CPR dan memberikan beberapa obat.

Sebuah badan perawat nasional menyambut baik rencana pemerintah untuk mendefinisikan pekerjaan mereka dengan lebih jelas dan memberikan sertifikasi kepada asisten dokter yang telah melakukan prosedur secara normal di luar tugas perawat.

Lebih lanjut, Han menegaskan pemerintah dan polisi akan melakukan penyelidikan terkait  aksi para dokter yang mogok kerja dan diduga telah melecehkan rekan-rekan mereka yang memutuskan untuk kembali bekerja.

"Pemerintah dan polisi akan menyelidiki laporan mengenai para dokter yang mogok yang dikatakan telah melecehkan rekan-rekan mereka yang masih bekerja atau kembali bekerja," tambah Han

Rekomendasi