MER-C: 18 Palet Berisi Obat-obatan Menuju Perbatasan Rafah

| 11 Mar 2024 17:15
MER-C: 18 Palet Berisi Obat-obatan Menuju Perbatasan Rafah
Bantuan MER-C bersiap masuk Rafah (ANTARA/HO-MER-C)

ERA.id - Truk bantuan yang berisi 18 palet obat-obatan dan bahan medis dari MER-C Indonesia dilaporkan sedang bergerak menuju perbatasan Rafah, kota paling selatan di Gaza.

Tim MER-C  saat ini masih berada di Kairo untuk melakukan pemantauan langsung pembelian, pengemasan dan pengiriman bantuan-bantuan dari rakyat Indonesia melalui MER-C.

“Saat ini sudah pukul 08.00 malam waktu Kairo dan kami berada di gudang dimana bantuan dari Bapak Ibu sebanyak kurang lebih ada 18 palet yang berisi obat-obatan sudah siap untuk dilakukan proses pengiriman,” kata Ketua Tim MER-C, Arief Rachman, dikutip Antara, Senin (11/3/2024).

Arief menjelaskan saat ini truk yang mengangkut bantuan tersebut berangkat dari pergudangan di Kairo menuju ke perbatasan Rafah. Arief berharap bantuan itu bisa masuk ke Jalur Gaza dan diterima oleh tenaga medis dan warga yang membutuhkan.

Mewakili MER-C, Arief memohon doa kepada rakyat Indonesia agar perjalanan truk-truk bantuan berjalan dengan lancar dan tidak mendapat hambatan. Ia berharap bantuan bisa segera diterima dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan yang semakin sulit di Jalur Gaza karena adanya blokade dan agresi yang masih terus dilancarkan Israel ke Jalur Gaza.

Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih atas semua partisipasi dan dukungan dari masyarakat Indonesia sehingga berbagai bantuan dapat terus disalurkan oleh Tim MER-C, baik bantuan yang berasal dari Kairo Mesir maupun bantuan-bantuan di dalam Gaza yang dilakukan oleh Tim MER-C baik di Gaza bagian Selatan maupun Gaza bagian Utara.

“Kita berharap usaha kecil ini bisa membantu saudara-saudara kita di Gaza,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa di samping bantuan kemanusiaan, MER-C masih terus berkomitmen untuk membangun kembali Rumah Sakit Indonesia yang berada di Bait Lahiya, Jalur Gaza Utara. RS Indonesia mengalami kerusakan berat dan sampai saat ini masih berhenti beroperasi pasca penyerangan dan pengepungan yang dilakukan Israel pada November 2023 lalu.

Adapun sebelumnya MER-C telah berhasil mendistribusikan makanan dan tepung yang telah didistribusikan ke kamp-kamp pengungsian di Gaza Tengan dan Selatan.

Rekomendasi