Imbas Jual Senjata ke Taiwan, China Tunda Komunikasi dengan Amerika Serikat

| 17 Jul 2024 20:45
Imbas Jual Senjata ke Taiwan, China Tunda Komunikasi dengan Amerika Serikat
Lin Jian (Antara)

ERA.id - Pemerintah China memutuskan untuk menunda pembicaraan dengan Amerika Serikat terkait pengendalian senjata. Penundaan ini imbas dari sejumlah perusahaan AS yang menjual senjata ke Taiwan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan keputusan untuk menunda pembicaraan tersebut akibat dari penjualan senjata ke Taiwan.

"Untuk beberapa waktu sekarang, Amerika Serikat telah menjual senjata kepada pemerintah Taiwan meskipun ada tentangan kuat dari Tiongkok dan negosiasi berulang kali. Tiongkok telah memutuskan untuk menunda konsultasi (mengenai pengendalian senjata dan non-proliferasi) dengan Amerika Serikat," kata Lin, dikutip AFP, Rabu (17/7/2024).

Amerika Serikat, kata Lin, bertanggung jawab atas keputusan penjualan senjata ke Taiwan. Namun Beijing menekankan kesiapan utnuk mempertahankan kontrak dengan Washington atas dasar rasa saling hormat dan kerja sama yang saling menguntungkan.

Selain itu, Lin juga mendesak agar AS menghormati kepentingan dasar Tiongkok dan menciptakan kondisi yang diperlukan untuk dialog serta konsultasi antara kedua negara.

Washington memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan pada tahun 1979 dan menjalin hubungan dengan Tiongkok. Meskipun mengakui kebijakan Satu Tiongkok, Washington terus menjaga kontak dengan pemerintahan Taipei.

Amerika Serikat menjadi pemasok senjata utama ke Taiwan. Menurut Kementerian Pertahanan Tiongkok, AS memberikan bantuan militer senilai lebih dari 70 miliar dolas AS kepada Taiwan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 12 Juli, Tiongkok memberlakukan sanksi baru terhadap sejumlah perusahaan pertahanan AS dan manajemen senior mereka atas pasokan senjata ke pemerintahan Taiwan.

Perusahaan-perusahaan yang masuk daftar hitam tersebut antara lain Anduril Corporation, Maritime Tactical Systems Corporation, Pacific Rim Defense Corporation, AEVEX Aerospace Corporation, LKD Aerospace Corporation, dan Summit Technology Corporation.

Terkait sanksi, aset dan properti mereka di Tiongkok telah dibekukan. Selain itu, 11 eksekutif dari entitas tersebut juga telah masuk daftar hitam dan dilarang memasuki Tiongkok, termasuk Hong Long dan Makau.

Rekomendasi