ERA.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyesali keputusan Presiden AS Donald Trump yang memilih mundur dari keanggoataan badan tersebut. WHO berharap Trump bisa mempertimbangkan kembali keputusannya itu.
Juru bicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan bahwa pihaknya menyesali keputusan Trump yang menarik diri dari badan kesehatan PBB itu. Ia menekankan bahwa WHO memiliki peran penting dalam melindungi kesehatan dan keamanan masyarakat di dunia, termasuk Amerika.
"WHO memainkan peran penting dalam melindungi kesehatan dan keamanan masyarakat dunia, termasuk warga Amerika. Kami berharap Amerika Serikat akan mempertimbangkannya kembali," katanya dikutip AFP, Selasa (21/1/2025).
Bukan hanya itu saja, Tarik juga berharap bisa melakukan dialog langsung dengan perwakilan Amerika Serikat terkait keputusan tersebut. Hal ini disebut demi kepentingan kesehatan dan kesejahteraan jutaan orang di seluruh dunia.
"Kami berharap dapat terlibat dalam dialog yang konstruktif untuk menjaga kemitraan antara AS dan WHO, demi kepentingan kesehatan dan kesejahteraan jutaan orang di seluruh dunia," ujarnya.
Pada Senin (20/1), Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengarahkan penarikan diri Amerika Serikat dari WHO. Trump mengatakan bahwa WHO telah melakukan penipuan dan meminta uang lebih banyak dari AS daripada China yang memiliki penduduk lebih banyak.
"Rasanya agak tidak adil bagi saya, meskipun itu bukan alasannya, tetapi saya memutuskan untuk keluar. China membayar 39 juta dolar AS (sekitar Rp6356 miliar) dan kami membayar 500 juta dolar AS, padahal China adalah negara yang lebih besar," kata Trump.
Penarikan diri AS diperkirakan akan memicu restrukturisasi lembaga yang signifikan dan dapat semakin mengganggu inisiatif kesehatan global. Hal ini juga menandai kedua kalinya Trump berusaha untuk memutuskan hubungan dengan WHO.
Selama masa jabatan pertamanya, AS mengeluarkan pemberitahuan soal niat untuk menarik diri, menuduh organisasi itu telah dipengaruhi oleh China selama awal pandemi.
Namun langkah itu kemudian dibatalkan di bawah pemerintahan mantan presiden Joe Biden.
Lebih lanjut, Tarik menekankan bahwa dibutuhkan waktu sedikitnya satu tahun pemberitahuan resmi bagi AS untuk meninggalkan WHO sesuai dengan aturan yang berlaku.