Gunakan Data Publik, Iran dan Rusia Kirimi Warga AS Surel Bernada Provokatif

Tim Editor

Ilustrasi: Iran dan Rusia dituduh bertindak secara aktif hendak mempengaruhi berjalannya pemilu presiden Amerika Serikat tahun 2020. (Foto: Michael/Unsplash)

ERA.id - Direktur Badan Intelijen Nasional Amerika Serikat John Ratcliffe, Rabu (21/10/2020), menyebutkan bahwa Rusia dan Iran sama-sama berusaha mengganggu pemilihan presiden 2020.

"Telah kami pastikan bahwa beberapa informasi pendaftaran pemilih telah diperleh oleh Iran dan, secara terpisah, oleh Rusia," kata Ratcliffe dalam konferensi pers, seperti dilansir ANTARA.

"Kami sudah melihat Iran mengirimkan surat-surat elektronik palsu yang dirancang untuk mengintimidasi para pemilih, menghasut kerusuhan sosial, dan merugikan presiden Trump."

Seperti diberitakan Reuters, sebagian besar informasi pendaftaran pemilih boleh diketahui oleh publik.

Ratcliffe mengacu pada surel yang dikirim pada Rabu dan dirancang agar terlihat seperti berasal dari kelompok milisi Proud Boys yang pro Trump, menurut sumber pemerintah.

Badan-badan intelijen AS sebelumnya memperingatkan bahwa Iran mungkin ikut campur untuk membahayakan posisi Trump, sementara Rusia justru membantu sang presiden petahan dalam pemilihan tanggal 3 November nanti.

Para pakar di luar badan intelijen mengatakan bahwa jika Ratcliffe benar, Iran akan berusaha membuat Trump terlihat buruk dengan cara meminta penerima surel untuk mendukung kelompok Proud Boys yang kerap tampil membawa senjata di tengah masyarakat.

Surel tersebut sedang diselidiki, dan satu sumber intelijen mengatakan masih belum jelas siapa yang berada di balik aksi pengiriman surat itu. Beberapa surel disertai dengan sebuah yang kebenaran kontennya, yaitu soal pengumpulan surat suara palsu, ditepis oleh sejumlah pakar.

Tag: rusia donald trump iran Pilpres amerika

Bagikan: