Pesawat 'Hari Kiamat' Presiden Rusia Dipreteli Pencuri

| 09 Dec 2020 15:30
Pesawat 'Hari Kiamat' Presiden Rusia Dipreteli Pencuri
Pesawat Ilyushin-80 didesain agar tahan dari ledakan bom nuklir. Ia disebut sebagai pesawat 'hari kiamat' yang akan dipakai Presiden Vladimir Putin di saat terjadinya perang nuklir. (Foto: Sergey Vladimirov/Flickr)

ERA.id - Pencuri berhasil membawa pergi instrumen pesawat 'hari kiamat' Rusia yang didesain untuk menyelamatkan Presiden Vladimir Putin dan pejabat tinggi lainnya ketika terjadi perang nuklir.

Pesawat Ilyushin-80 didesain untuk menjadi pusat komando yang membentengi para pejabat pemerintahan Rusia di tengah konflik nuklir. Pencurian sendiri terjadi di sebuah pangkalan udara di kawasan selatan Rusia, demikian diberitakan The Guardian mengutip media lokal Rusia.

Para pencuri dikabarkan berhasil membuka lubang jendela di hanggar pangkalan udara Taganrog Aviation Scientific and Technical Complex yang kerahasiaannya sangat dijaga. Mereka membawa kabur 39 unit peralatan radio dan hingga kini belum berhasil ditangkap pihak kepolisian.

Pejabat kementerian dalam negeri Kota Taganrog mengonfirmasi aksi pencurian instrumen pesawat ini, meski mereka tidak menjelaskan secara rinci pesawat apa yang menjadi sasaran pencurian.

Rusia memiliki empat pesawat Ilyushin-80, yaitu hasil modifikasi pesawat Il-86 yang membuat penumpangnya bisa bertahan di tengah serangan nuklir. Pesawat ini tidak memiliki jendela penumpang untuk menghindarkan penumpang mengalami kebutaan akibat ledakan bom atom.

Pesawat tersebut juga membawa peralatan komunikasi khusus yang terhubung dengan angkatan bersenjata Rusia, termasukan pasukan misil khusus yang mampu menjalankan serangan nuklir. Bagian ekor pesawat ini juga bisa mengeluarkan antena sepanjang beberapa kilometer sehingga menjaga komunikasi dengan kapal-kapal selam misil balistik Rusia.

Ketika terjadi perang nuklir, Presiden Putin dan pejabat lainnya diperkirakan akan naik ke pesawat ini dan mengomando pertahanan negeri dari situ. Ia akan terus berada di dalam pesawat selama beberapa hari.

Pesawat Ilyushin-80 telah beroperasi selama 15 tahun dan akan digantikan oleh sebuah pesawat yang lebih mutakhir, yaitu Il-96-400M. Pesawat baru itu nantinya mampu menahan gelombang elektromagnetik yang muncul dari ledakan nuklir, serta memiliki peranti proteksi yang lebih baik serta sistem elektronika dan komunikasi yang lebih maju.

Negara maju seperti Amerika Serikat sendiri memiliki pesawat serupa bernama Boeing E-4 Advanced Airborne Command Posts. Pesawat ini hasil modifikasi jenis Boeing 747-200s yang akan membawa presiden AS dan pejabat tertingginya ketika terjadi perang nuklir.

Rekomendasi