Paspor Prancis dan EU 'Kartu Akses' Terakhir Bila Warga Mau Tinggalkan Inggris

| 23 Dec 2020 15:05
Paspor Prancis dan EU 'Kartu Akses' Terakhir Bila Warga Mau Tinggalkan Inggris
Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam konferensi tingkat tinggi Uni Eropa tatap muka di tengah 'lockdown' penyakit virus corona (COVID-19) di Brussels, Belgia, Jumat (11/12/2020). (ANTARA FOTO/Olivier Hoslet/Pool via REUTERS/foc/cfo)

ERA.id - Warga Prancis dan Uni Eropa (EU) yang berasal dari Inggris akan diizinkan kembali masuk Prancis mulai Selasa malam, asalkan hasil tes COVID-19 mereka negatif kurang dari 72 jam, menurut kantor perdana menteri Prancis.

Prancis dan sejumlah negara lainnya menutup perbatasan mereka dengan Inggris pada Senin mengutip kekhawatiran varian baru infeksi virus corona, sehingga mengacaukan perjalanan dan menelantarkan banyak warga Prancis di Inggris.

Warga Inggris atau warga dari negara ketiga yang bertempat tinggal di Prancis atau Uni Eropa bisa memasuki negara tersebut atau hanya sekedar transit dari Inggris, selama mereka negatif COVID-19, bunyi pernyataan kantor perdana menteri, seperti dilansir ANTARA, Rabu (23/12/2020).

Warga Inggris atau orang-orang dari negara ketiga dengan profesional yang sah atau alasan lain untuk bepergian dari Inggris juga diperbolehkan masuk ke Prancis, selama mereka tidak positif COVID-19.

Pemerintah menyusun sejumlah kategori orang-orang yang akan dikenai kebijakan tersebut, termasuk mereka yang melakukan transit kurang dari 24 jam di zona internasional, diplomat beserta keluarganya, petugas medis, staf maskapai dan operator bus atau kereta.

Kebijakan baru itu akan berlaku hingga 6 Januari, kecuali ada peninjauan usai pembicaraan bilateral antara Inggris dan Prancis atau Uni Eropa.

Rekomendasi