Polisi dan FBI Kumpulkan Data Visual Rusuh di Gedung Capitol

Tim Editor

Aksi perusakan Gedung Capitol pada Rabu, (6/1/2021). (Foto: Terry Moran/Twitter)

ERA.id - Departemen Kepolisian Metropolian (MPD) Kota Washington DC, Amerika Serikat, meminta bantuan untuk mengidentifikasi orang-orang yang melakukan kerusuhan hingga ke dalam Gedung Capitol, Washington, Rabu lalu.

Departemen tersebut telah menyebarkan sebuah buklet digital 26 halaman yang berisi wajah-wajah pelaku aksi kekerasan. Mereka juga menyediakan nomor telepon yang bisa dihubungi bagi siapapun yang bisa membantu proses identifikasi.

Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat juga merilis permintaan serupa lewat sebuah situs khusus di pemerintahan AS.

Namun, hingga kini kedua agen pemerintahan tersebut belum membuat penangkapan kepada orang-orang yang identitasnya telah mereka ketahui, demikian disampaikan The Verge.

Dalam buklet yang dirilis oleh MPD, polisi menunjukkan sejumlah foto, yang tertangkap kamera jurnalis atau tersebar luas di media sosial. Di samping tiap foto dituliskan jenis pelanggaran yang dilakukan, seperti, "Masuk Tanpa Ijin pada 6 Januari 2021, kira-kira pukul 1.30 siang ke kompleks US Capitol 100, First Street, NW."

Jejak digital
Salah satu halaman dalam buklet yang dirilis oleh Departemen Kepolisian Metropolitan (MPD) berkaitan aksi kerusuhan di Gedung Capitol. (Foto: Istimewa)

Aksi kerusuhan dan perusakan Gedung Capitol pada Rabu terjadi dalam skala yang mengagetkan masyarakat Amerika Serikat, yang tak pernah menyaksikan kantor Kongres AS tersebut dirusuh sejak tahun 1814. Sehubungan bahwa peristiwa tersebut telah direkam ke dalam foto, video, dan rekaman langsung, kini banyak periset digital memulai proses 'perburuan' identitas para pelaku.

Pada Rabu siang, jumlah video hingga cuitan yang menyangkut peristiwa tersebut sudah memenuhi dunia maya. Media investigatif Bellingcat pun langsung mengumpulkan data-data tersebut hingga kini terkumpul 100 video dan puluhan tayangan langsung yang bisa diakses dalam sebuah dokumen Google Sheet.

"Kami berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin informasi agar bisa memahami peristiwa yang telah terjadi," kata periset Bellingcat, Nick Waters, dikutip The Verge.

"Elemen utama yang hendak kami teliti adalah siapa yang memimpin penyerangan terhadap Gedung Capitol ini. Kami pun telah melihat sejumlah sosok terkenal dari organisasi ekstrem-kanan ikut ambil bagian di sini."

Sementara itu di platform Reddit terdapat forum Data Hoarders, yang dibuat seorang relawan untuk mengarsip konten dalam skala masif. Baru didirikan Rabu malam, forum tersebut telah menghasilkan 12GB data yang dikelola secara kolektif.

Proses pengumpulan jejak digital ini tidak hanya akan menjadi barang bukti bagi proses penyelidikan kepolisian, namun, juga menjernihkan narasi mengenai serangan yang dilakukan oleh ribuan demonstran yang memakai atribut pro Donald Trump.

Berdasarkan laporan The Verge, pada Kamis, sejumlah figur konservatif dan anggota Kongres dari Partai Republik telah menebar dugaan bahwa serangan dilakukan kaum anti-fasis (Antifa) agar seakan-akan dilakukan oleh kelompok pro Trump.

Namun, hal ini ditampik banyak pihak mengingat Presiden Trump sendiri pada sebuah kampanye di negara bagian Georgia, sehari sebelumnya, mengundang para pendukungnya untuk menyerbu Kota Washington ketika anggota Senat dan DPR meresmikan hasil Pilpres 2020 yang memenangkan Joe Biden.

Tag: donald trump amerika serikat Capitol Hill

Bagikan: