Swedia Cabut Status Pandemi Covid-19, Sikap Berani Justru Dikritik Keras Para Ilmuan

| 11 Feb 2022 20:23
Swedia Cabut Status Pandemi Covid-19, Sikap Berani Justru Dikritik Keras Para Ilmuan
Swedia cabut status pandemi covid-19 (Dok: Unsplash/Vadim Morozov)

ERA.id - Pemerintah Swedia resmi mengumumkan status pandemi Covid-19 telah berakhir. Bahkan pembatasan dan sebagian besar pengujian untuk Covid-19 telah dihentikan.

Pengumuman tentang berakhirnya pandemi Covid-19 ini disampaikan pada Rabu (9/2/2022) oleh Menteri Kesehatan Lena Hallengren. Dalam pernyataannya, Lena mengumumkan pembatasan yang tersisa akan dihapus.

"Seperti yang kita ketahui pandemi ini, saya akan mengatakan ini sudah berakhir. Ini belum berakhir, tetapi seperti yang kita ketahui dalam hal perubahan dan pembatasan yang cepat," kata Lena Hallengren, dikutip The Straits Times, Jumat (11/2/2022).

Selama pandemi Swedia memilih untuk tidak melakukan lockdown demi pendekatan sukarela. Namun pekan lalu pembatasan yang tersisa akan dihapus dan secara efektif menyatakan pandemi berakhir.

Keputusan ini dibuat oleh pemerintah lantaran warga Swedia sudah menerima dosis vaksin secara lengkap. Bukan hanya itu saja, varian Omicron juga dinilai tidak terlalu parah dan bisa meredam kasus kematian yang tinggi.

Terhitung mulai Rabu (9/2/2022), bar dan restoran akan diizinkan buka setelah pukul 11:00 malam waktu setempat. Jumlah tamu dan pengunjung juga tidak akan lagi dibatasi.

Sementara itu batas kehadiran untuk tempat-tempat dalam ruangan yang lebih besar juga akan dicabut, seperti penggunaan tiket untuk vaksin.

Meski menyatakan pandemi Covid-19 telah berakhir, sejumlah rumah sakit di Swedia masih harus berjuang merawat sekitar 2.200 orang yang dikonfirmasi positif Covid-19. Hal ini terjadi selama gelombang ketiga pada musim semi 2021.

Sayangnya keputusan itu mendapat kritik keras dari para ilmuan. Profesor virologi di Universitas Umea, Fredrik Elgh menyatakan Covid-19 masih menjadi penyakit yang besar bagi masyarakat.

Elgh menilai pemerintah harus menunggu setidaknya beberapa minggu kedepan lantaran pengujian gratis mulai dihentikan awal bulan ini. Dengan penghentian itu, tidak bisa diketahui berapa jumlah kasus pasti dari Covid-19 di Swedia.

"Kita harus memiliki sedikit lebih banyak kesabaran, menunggu setidaknya beberapa minggu lagi. Dan kita cukup kaya untuk terus melakukan pengujian. Penyakit ini masih menjadi beban besar bagi masyarakat," katanya.

Badan Kesehatan Swedia mengatakan minggu ini bahwa pengujian skala besar terlalu mahal dibandingkan dengan manfaatnya. Swedia tercatat menghabiskan sekitar 500 juta krona Swedia sekitar Rp771 miliar seminggu untuk pengujian selama lima minggu pertama tahun ini.

Sejak awal pandemi Swedia telah menghabiskan dana sekitar 24 miliar krona atau sekitar Rp37 triliun.

Pada Rabu, Swedia mencatat 114 kasus kematian baru akibat terinfeksi Covid-19. Secara keseluruhan 16.1982 orang meninggal dunia karena Covid-19.

Rekomendasi