Inilah Tata Cara Tawaf yang Benar Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad

| 29 May 2023 13:05
Inilah Tata Cara Tawaf yang Benar Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad
Orang melakukan tawaf saat umrah (situs resmi Kemenag RI)

ERA.id - Tawaf merupakan ibadah yang dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali putaran sambil berdoa. Arah putaran berlawanan dengan arah jarum jam—Ka’bah berada di sisi kiri orang yang mengelilinginya. Dalam pelaksanannya, tata cara tawaf yang benar perlu diketahui.

Selain itu, perlu duketahui pula ketentuan yang menjadi syarat pelaksanaan tawaf. Berikut adalah rinciannya.

1)   Bersuci dan menutup aurat seperti salat (saat tawaf diperbolehkan berbicara, asal pembicaraannya baik)

2)   Tawaf dimulai dan diakhiri di sudut Hajar Aswad

3)   Ka’bah ada di sebelah kiri orang yang tawaf, tidak melewati fondasi Ka’bah atau dalam Hijir Ismail

Hajar Aswad (situs resmi BPKH)

Tata Cara Tawaf yang Benar Sesuai Tuntunan Rasulullah saw.

Setelah memahami ketentuan pelaksanaannya, Anda juga perlu tahu tata cara yang benar. Dikutip Era.id dari situs resmi Muhammadiyah, berikut adalah rinciannya.

1) Laki-laki meletakkan bagian tengah kain ihram yang dipakai di bawah ketiak kanan serta menaruh ujung kain di atas pundak sebelah kiri tertutup, sedangkan pundak kanan terbuka. Hal tersebut berdasarkan hadis riwayat Abu Dawud:

“Dari Ibnu Abbas (diriwayatkan) sesungguhnya Rasulullah saw., dan para sahabatnya umrah dari ji’ranah, lalu mereka berlari-lari kecil di Baitullah dan mereka buat rida (selendang) mereka di bawah ketiak kanan mereka lalu menyampirkan ujung-ujungnya di atas pundak kiri mereka.” (HR. Abu Dawud).

2) Ketika berada di sudut Hajar Aswad, hadapkan diri ke Hajar Aswad lalu menciumnya, atau menyentuhnya dengan tangan lalu mencium tangannya, atau menyentuhnya dengan tongkat, atau berisyarah kepadanya dengan tangan. Ini dilakukan setiap putaran tawaf, sebagaimana H.R. al-Bukhari:

“Dari Abis bin Rabi’ah (diriwayatkan) ia berkata: aku melihat Umar r.a. datang kepada Hajar Aswad seraya berkata, ‘Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau itu batu, andaikata aku tidak melihat Rasulullah saw. mengecup engkau, pastilah aku segan mengecupmu.’ Kemudian ia mendekat lalu mengecupnya.” (HR al-Bukhari).

3) Membaca takbir بِسْمِ االلهِ وَااللهُ أَكْبَرُ ‘bismillahi wallahu akbar’.

4) Dilanjutkan dengan menghadap ke kanan (Ka’bah berada di sebelah kiri orang tawaf). Untuk tawaf qudum (tawaf umrah) berlari-lari kecil 3 kali putaran dilanjutkan dengan berjalan biasa 4 kali putaran. Berdasarkan HR. Al-Bukhari:

“Dari Salim dari saudaranya r.a. (diriwayatkan), ia berkata: Saya melihat Rasulullah saw., tatkala sampai di Makkah, beliau mengusap Hajar Aswad ketika pertama kali tawaf, yang pertama beliau berlari-lari kecil tiga kali di antara tujuh putaran.” (HR. Bukhari).

5) Saat berada di antara Rukun Yamani dan sudut Hajar Aswad membaca:

 رَبَّنَا ءَاتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.

6) Tawaf selesai setelah melakukan putaran ketujuh.

7) Tidak ada ketentuan membaca doa-doa tertentu pada setiap putaran. Anda boleh berdoa untuk apa pun yang Anda inginkan.

8) Setelah tawaf, menuju ke Maqam Ibrahim, kemudian membaca:

 وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّىۗ

Setelah itu, lakukan salat dua rakaat. Rakaat pertama membaca surah al-Kafirun (setelah membaca surah al-Fatihah). Rakaat kedua membaca surah al-Ikhlas (setelah membaca surah al-Fatihah).

Setelat salat, kembali ke Hajar Aswad kemudian menciumnya, menjamahnya, atau berisyarah. Jika semua rangkaian tawaf telah dilaksanakan, disunahkan meminum air zam-zam.

“Dari Ibnu Umar (diriwayatkan) ia berkata: Nabi saw. tiba di Makkah kemudian tawaf, lalu salat dua rakaat, kemudian melakukan sa’i antara Safa dan Marwah, kemudian membaca ‘sungguh bagimu pada diri Rasulullah contoh yang baik.’” (HR. Al Bukhari).

Rekomendasi