Adakah Tukang Parkir yang Kaya? Ada, Tukang Parkir Pesawat!

Tim Editor

Ilustrasi pesawat (Era.id)

ERA.id - Tukang parkir identik dengan kemiskinan, tapi jangan disamaratakan bahwa semuanya miskin. Ada juga kok tukang parkir yang kaya, yakni juru parkir pesawat atau marshaller. Hal itu dibahas Nana Tawainella, yang notabene seorang pelajar juru parkir pesawat terbang (marshaller), khususnya untuk pesawat sayap tetap.

Nana memang belum sempat menjadi juru parkir pesawat, tapi soal gaji juru parkir pesawat, ia bilang bisa diberi berbeda-beda tergantung bekerja kepada bandara atau kepada maskapai. "Mungkin kalau di maskapai bisa berkisar dari 5- 6 juta per bulan, seminimalnya di Indonesia. Bahkan bisa lebih tinggi daripada itu. Karena maskapai itu kan sebagian besar perusahaan swasta, sementara bandara dikelola oleh negara."

Lain halnya kalau di luar negeri. Kata Nana, seorang juru parkir pesawat biasanya dibayar per minggu. Tapi tidak menutup kemungkinan juga ada yang membayar bulanan. Lewat laman ZipRecruiter, tertera kalau gaji juru parkir pesawat di Amerika, bisa sampai Rp 53 juta lebih per bulan. Per tahunnya, Rp 600 juta lebih.

Nana menjelaskan kalau prospek kerja marshaller asyik dan bagus. "Saya sendiri meskipun dari jurusan penerbangan, kurang tertarik dengan bidang-bidang yang umum disukai banyak orang seperti penerbang sayap tetap (pilot pesawat), penerbang sayap putar (pilot helikopter), petugas keamanan bandara (aviation security officer), pramugari/pramugara, atau bagian informasi."

"No offence untuk teman-teman penerbangan yang bekerja pada spesialisasi bidang-bidang tersebut. Saya paling suka juru parkir pesawat, karena hand signalling cukup mudah dipelajari, lagipula sebelumnya pendidikan D3 saya memang Manajemen Bandar Udara (MBU), yang mana memang kami tidak mempelajari cara menerbangkan pesawat, atau yang seperti kebanyakan orang kenali sebagai stereotipe anak penerbangan — yang kalau bukan pilot, ya pramugari atau aviation security officer."

Pesawat sedang parkir (Setkab)

 

Asal tahu saja, Nana ikut pendidikan manajemen penerbangan di BP3 Curug pada tahun 2018 dan juga merupakan siswa di kelas pertama pelatihan marshaller. Pelatihan berlangsung selama 10 hari di fasilitas BP3 Curug, yang juga bagian dari Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI Curug).

"Sayangnya waktu itu jumlah siswa di kelas ini tidak banyak, karena sebagian besar peminat pelatihan mengikuti kelas aviation security. Tapi justru senangnya di situ, saya lebih jadi fokus belajar kalo siswanya sedikit."

"Mengenali teman juga lebih mudah, mengorganisasi angkatan lebih mudah lagi karena circle kami cuma 16 orang saja waktu itu, 13 orang di antaranya laki-laki, jadi saya hanya bertiga perempuan dalam satu angkatan. (Kuota per angkatan ialah 20 orang, dan 4 dari 20 siswa tidak datang pada hari pelantikan siswa baru.)"

Nana melanjutkan, belum pernah ada pelatihan gratis untuk juru parkir pesawat di Indonesia. Programnya BP3 Curug itulah yang pertama di Indonesia, yang membebaskan biaya pendidikannya.

Di dua hari terakhir pendidikan, akan diselenggarakan dua jenis ujian, yakni tertulis dan praktik. Ujian tertulisnya mengacu pada manual book yang diberikan di awal pelatihan, sebagian besar isinya mengenai peraturan penerbangan di Indonesia dan juga ICAO Annexes.

Ujian praktiknya, sudah pasti memarkirkan pesawat. Dua kali! Satu pemarkiran di lapangan, satu lagi pemarkiran virtual. Pesawat yang diparkirkan adalah pesawat sayap tetap, yang pilotnya adalah siswa-siswa jurusan penerbang STPI.

Marshaller (Rencanamu.id)

 

"Menurut saya pemarkiran manual di lapangan lebih mudah. Soalnya waktu itu saya kurang rapi markirin pesawat virtualnya. Asli sih, markirin pesawat virtual lebih deg-degan! Soalnya kalo salah sedikit, kadang kita ga ngeh di mana salahnya. Sementara kalo pemarkiran manual, mata pasti lebih jeli menyisir lapangan terlebih dahulu sebelum memandu pesawat untuk parkir."

Meski pada akhirnya Nana tak menjadi juru parkir pesawat, ia senang bisa tetep kerja di bidang yang relevan. Empat bulan setelah pelatihan, Nana lalu diterima di sebuah online travel agent yang basisnya di Jakarta. Kerja sebagai ticketing officer. Dua tahun bekerja, ia berhenti tepat sebelum COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi.

"Buat teman-teman yang tertarik untuk menjadi juru parkir pesawat, tidak perlu khawatir. Tidak seperti profesi penerbangan lainnya, juru parkir pesawat tidak harus dari latar belakang pendidikan penerbangan. Tapi, kalian harus punya lisensi dari kementerian."

Tag: pesawat terbang bandara soekarno-hatta

Bagikan: