Satpol PP Aceh Menyiksa Anjing, Tim Animal Defenders akan Laporkan Kasus Kematian: Melindungi Makhluk Allah

Tim Editor

Canon (Foto: Instagram/@rosayeoh)

ERA.id - Video viral penganiayaan anjing hingga mati dilakukan Satpol PP demi kawasan wisata halal di Aceh menjadi perbincangan publik. Peristiwa itu terjadi di kawasan wisata Kecamatan Pulau Banyak, Aceh kini menjadi viral.

Selain mendapatkan kecaman dari sejumlah selebriti, organisasi Animal Defenders juga menanggapi kasus penyiksaan anjing bernama Canon dilakukan Satpol PP Aceh. Melalui akun Instagram @doniherdaru, pihak Animal Defenders dan kuasa hukum akan pergi ke Aceh untuk melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Unggahan Tim Animal Defenders (Foto: Instagram/@doniherdaru)
Unggahan Tim Animal Defenders (Foto: Instagram/@doniherdaru)

"Tim Animal Defenders bersama kuasa hukum akan terbang menuju Aceh Singkil via Medan untuk melaporkan kasus Canon," tulis tim Animal Defenders.

Melalui caption Instagram pribadinya, saat ini tim tengah berdiskusi untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.


"Kami melihat bahwa kejadian ini sangat tidak bisa diterima dan banyak pidana di kejadian ini. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk tetap akan melaporkan kasus ini ke kepolisian, dengan atau tanpa kesertaan pemilik," tulisnya.

"Karena kami punya legal standing, dan mendesak kepolisian untuk mengamankan barang bukti karena pertimbangan proses pembusukan yang berjalan cepat. Kami siap membantu proses otopsi yang bisa dipertanggungjawabkan secara medik guna penyelidikan dan penentuan penyebab kematian," lanjutnya.

Tim Animal Defenders juga mengawasi langkah yang dilakukan Dinas Pariwisata terkait kejadian penganiayaan anjing. Menurutnya, wisata halal tak menjadi alasan sebagai perlawanan hukum.

"Kami juga akan mengawasi langkah-langkah Dinas Pariwisata setempat yang berpotensi menekan pemilik resort terkait keterangan pemilik resort terkait kejadian," katanya.

"Aceh adalah bagian dari NKRI dan tidak ada hukum yang lebih tinggi dari Undang-undang kita. Surat Edaran terkait Wisata Halal tidak bisa menjadi landasan untuk berbuat melawan hukum," lanjutnya.

Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk membantu dan mengawal proses laporan atas kasus Canon. Sebab, kekerasan pada anjing sudah meresahkan masyarakat. Selain itu, langkah ini dilakukan untuk melindungi mahluk ciptaan dari Tuhan.

"Langkah ini adalah langkah bersama, lintas group dan lintas organisasi, serta mewakili keresahan masyarakat atas kejadian terkait. Terimakasih @gp.ansor dan Pengurus Cabang Ansor Aceh Singkil, yang akan membantu dan mengawal proses pelaporan kasus Canon," katanya.

"Ini langkah besar, untuk melindungi makhluk Allah, agar kedepannya tidak ada lagi kejadian serupa. Agar pelaksanaan penertiban hewan, dilaksanakan dengan prosedur yang baik dan transparan, oleh pihak yang berwenang dan punya pengetahuannya serta peralatannya," tambahnya.

Unggahan itu mendapatkan banyak respon dari rekan publik figur hingga aktivis. Mereka mendukung tim Animal Defenders untuk melaporkan Satpol PP di Aceh yang melakukan penganiayaan kepada anjing hingga mati.

"Doaku bersamamu sahabat," tulis Vicky Nitinegoro
"Gasss mas Don," kata Sisca Mellyana
"Maju terus," ungkap Mohamad Guntur Romli

Tag: Satpol PP Aceh siksa anjing Tim Animal Defenders laporkan satpol pp Aceh siksa anjing

Bagikan: