Indonesia Bikin Sejarah di Asian Games 2018

Tim Editor

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (Foto: Kemenpora)

Jakarta, era.id - Delapan medali emas tambahan dari cabang pencak silat melambungkan nama Indonesia. Garuda berhasil bikin sejarah soal pencapaian medali sepanjang sejarah.

Hingga pukul 20.00 WIB, Senin (27/8/2018), Indonesia kokoh di posisi empat klasmen Asian Games 2018. Di bawah China, Jepang dan Korea. Indonesia punya 22 emas, 14 perak dan 27 perunggu. Iran berhasil disalip Indonesia dengan perbedaan tiga medali emas. Yang terbaru dua emas dari panjat dinding kategori speed relay untuk putra dan putri.

Inilah pencapaian terbaik Indonesia. Bahkan di saat Asian Games belum rampung dan masih menyisakan kurang dari sepakan lagi. Berarti, pundi-pundi medali pun masih punya kans besar untuk ditambah.

"Terima kasih atas support dan doa kepada para pahlawan Indonesia. Sampai sore ini, Alhamdulillah sudah berhasil mendapatkan 20 emas, 14 perak dan 23 perunggu, tentu ini pencapaian yang luar biasa dari seluruh atlet yang telah berjuang sekuat tenaga mereka. Dan ini menjadi sejarah baru emas terbanyak sepanjang keikutsertaan indonesia di Asian Games, per hari ini kita sudah melampaui pencapaian di 1962," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam jumpa pers. Konferensi pers ini digelar sebelum cabor panjat dinding dilakukan.

Seperti kami bilang tadi di atas, angka 22 memang dipastikan akan bertambah. Soalnya di cabor bulu tangkis ganda, akan terjadi All Indonesia Final antara Markus/Kevin melawan Fajar/Rian.

"Ini bukti atlet berjuang habis-habisan. Bagi yang belum berhasil jangan sekali-kali di-bully, jangan disinggung perasaannya. Sebab, di hati mereka, saya yakin, tak ada secuilpun keinginan untuk kalah," pesan Imam.


Jatuh bangun prestasi Indonesia di Asian Games. (Hilmy/era.id)

Bonus menanti untuk atlet

Buat peraih medali, bersiaplah bertambah tebal kocek mu. Imam Nahrawi memastikan selain bonus medali emas Asian Games sebesar Rp 1.5 miliar, pemerintah juga memberikan bonus kepada peraih medali perak, perunggu hingga pelatih. Bukan hanya uang, jabatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan rumah untuk peraih semua medali juga sudah disiapkan.

Tidak perlu khawatir turunnya bonus akan lama. Kata Imam, bonus akan dibagikan setelah penyelenggaraan Asian Para Games, karena bonus mereka juga sama.
 
"Pemerintah sudah menyiapkan, menganggarkan, dan mendata. Bahwa peraih medali emas, sudah kami beritahu, satu keping medali emas bagi single Rp 1,5 miliar. Untuk double, peraih emas masing-masing Rp 1 miliar, dan beregu Rp 800-900 juta rupiah. Mengenai kapan dibagikan, akan kami lakukan setelah Asian Para Games selesai, karena bonusnya sama. Jadi harus kita hitung dengan detail. Dan semua bonus akan diserahkan ke rekening masing-masing atlet tanpa dipotong pajak," katanya. 
 
"Kami juga siapkan bonus bagi pelatih dan asisten pelatih. Begitu pula bonus untuk peraih perak dan perunggu, angkanya lebih besar dari Asian Games 2014 Incheon. Bonus PNS juga akan diberikan kepada peraih emas, perak, dan perunggu. Dan rumah yang disiapkan oleh Kementerian PUPR. Ini belum dari pihak swasta," tambah Menpora. 
 

Tag: asian games 2018

Bagikan: