Mick Schumacher Tapaki Jejak Sukses Schumi

Tim Editor

Mick Schumacher (Sumber: Instagram/@mickschumacher)

Jakarta, era.id - Mick Schumacher, putra juara dunia tujuh kali balap Formula 1 (F1), Michael Schumacher menangi gelar Formula 3 (F3) Eropa di Sirkuit Hockenheim, Sabtu (14/10).

Mick hanya berhasil menduduki peringkat kedua dalam balapan hari kedua, namun itu sudah cukup untuk mengamankan gelar juara dengan nilai tertinggi (347 poin) yang enggak mungkin lagi terkejar lawan.

Capaian tersebut membukakan pintu untuk pria 19 tahun ini berlaga di ajang F1 musim depan. Dan jika melihat evolusi sejumlah juara F3 --termasuk Lewis Hamilton dari Mercedez-- dari tahun ke tahun, nampaknya ajang F3 memang pintu masuk yang paling mantap untuk seorang pebalap mengarungi ketatnya persaingan F1.

Selain Hamilton, sang ayah, Michael, juga pernah menjadi juara F3 di Jerman pada tahun 1990, satu tahun sebelum debutnya di F1 bersama tim Jordan dan kemudian bergabung dengan Benetton.

Mick telah meraih delapan kemenangan dari 12 lomba yang diikutinya, lima di antaranya secara beruntun bersama Tim Prema yang didukung Mercedes. Tahun lalu pada debutnya, ia hanya menduduki peringkat ke-12 klasemen umum.

"Ini seperti tidak nyata. Saya benar-benar senang ... Saya masih tidak bisa mempercayainya," kata Mick.

Toto Wolff, Kepala Mercedes Motorsport yang menjalankan tim F1 yang dikendarai Schumacher di akhir karirnya, mengatakan bahwa Mick memiliki potensi besar.

"Perhatian terfokus pada anak muda ini sejak awal, dan dia berada di bawah banyak tekanan. Tidak mudah mengatasi semua itu," kata Toto.

"Penampilannya di paruh kedua musim ini lebih mengesankan. Dia telah menunjukkan bahwa dia memang memiliki apa yang dibutuhkan dan dia bisa menjadi salah satu pebalap hebat," tambahnya.

Bagikan: