Tren Ubah Warna Mata Habiskan Biaya Ratusan Juta

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Tren dunia fesyen dan kecantikan memang tidak pernah ada habisnya, selalu berubah dan bergerak mengikuti perkembangan zaman. Salah satu tren kecantikan adalah dengan mengubah warna mata. Namun biayanya enggak main-main lho, kamu bisa merogoh kocek hingga puluhan ribu dolar sekali praktik.

Kendati mengungkapkan merubah warna mata dapat dilakukan namun, para ahli menyebut prosedurnya berisiko dan belum teruji. Menurut Francis Ferrari, dokter di Strasbourg, Prancis, warna favorit kebanyakan pasiennya adalah biru muda.

Selain itu, pasien juga dapat memilih warna lain seperti hijau tropikal, coklat kayu manis kacang atau mungkin biru rivera menawan. Warna ini atau lainnya tersedia bagi pasien Ferrari dengan harga 5.900 euro atau setara Rp102.478.253, menurut laporan dpa, seperti dilansir Antara, Sabtu (27/10/2018).

Dalam praktiknya, pelanggan tetap terjaga selama prosedur mewarnai mata berlangsung, namun telah diberikan obat tetes mata anestesi terlebih dahulu. Dengan menggunakan laser yang disebut femtosecond, Ferrari menciptakan rongga di kornea mata dalam bentuk cincin dengan reses untuk pupil.


Ilustrasi (Pixabay)

Dia kemudian memasukkan pigmen yang diinginkan ke kornea melalui dua luka kecil menggunakan spatula berbentuk sabit kecil. Efek akhirnya mirip dengan lensa kontak berwarna. Setelah sekitar tiga perempat jam, semuanya selesai.

"Ini adalah mimpi bagi banyak orang," kata ahli bedah mata berusia 59 tahun ini, usai istirahat sore di sela konsultasi bersama klien.

Ferrari menyebut, 70 persen di antaranya pasiennya adalah wanita. Dia yang telah melakukan prosedur ini sebanyak 140 kali dan diduga tanpa komplikasi sejak tes pertamanya pada Desember 2013. Dengan cara mentato kornea, kata Ferrari, para ahli tidak melihat risiko kesehatan langsung. Pigmen secara medis disetujui dan laser femtosecond bekerja sangat tepat.

Walter Sekundo, direktur University Eye Clinic di kota Marburg, Jerman, mengatakan masalah jangka panjang dengan teknologi yang digunakan oleh Ferrari. Selama operasi mata, misalnya pada katarak, ahli bedah bergantung pada melebarkan pupil sebanyak mungkin agar memiliki pandangan mata yang baik. Namun, jika kornea ditato, bisa sulit untuk melihat, karena area berwarna menutupi sebagian pembukaan pupil.

Martin Spitzer, direktur Department of Ophthalmology at the University Hospital Hamburg-Eppendorf (UKE), bahkan lebih skeptis. Tidak ada pengalaman jangka panjang dengan teknik ini, dan tidak ada studi keselamatan khusus yang berkaitan dengan pewarna. "Saya akan menyarankan operasi karena jumlah data yang sangat sedikit sejauh ini. Teknik bedah perlu dievaluasi dalam studi ilmiah independen," kata Spitzer.

Tag: kesehatan

Bagikan: