Science Fiction dalam Kacamata Ilmuwan

Tim Editor

Diskusi Ilmiah Almi (Aditya/era.id)

Jakarta, era.id - Membahas film apalagi sains fiksi seperti Avengers: Endgame enggak bakalan ada habisnya. Bahkan kalau ditekuni serius, bisa mengisi waktu ngabuburit kalian dengan ide-ide yang lebih bermanfaat.

Ahli fisika dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yudi Darma bilang, ada banyak ide segar terkait perkembangan teknologi yang bisa diambil dari film sains fiksi. Mengapa demikian?

Dia mencontohkan film Star Trek, saat teknologi macam tablet komputer, video call sampai smartwatch terlihat sangat futuristik dan tak masuk akal. Tapi nyatanya dalam 5-10 tahun kemudian perangkat tersebut bisa teralisasikan di kehidupan nyata.

"Meski yang ditonton saat itu terlihat berlebihan dan tidak masuk akal. Tapi dikemudian hari hal itu bisa jadi peluang untuk mengembangkan riset teknologi di kemudian hari," kata Yudi di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (14/5).

Kembali lagi soal film Avengers, Yudi melihat banyaknya sejumlah teknologi yang memanfaatkan 'Smart Materials' atau bisa dibilang bahan-bahan yang dapat bereaksi secara pintar maupun responsive, terhadap rangsangan eksternal dan mampu beradaptasi dalam beragam bentuk.

Bahkan, sambungnya, ada juga smart and intelligent materials. "Secara umum ini adalah bahan yang bereaksi terhadap kondisi yang berubah tanpa perlu intervensi manusia," paparnya.



Dijelaskan Yudi beberapa penelitian saat ini sedang mengembangkan sejumlah teknologi yang bersifat 'implantable smart material' salah satunya nanoteknologi. Nanoteknologi menurutnya, dapat digunakan untuk membuat bahan dengan kekuatan mekanik yang lebih tinggi dan pada prinsipnya dapat membuat pakaian super kuat. 

"Namun, baju atau pakaian yang terbuat dari bahan berteknologi nano yang digunakan dalam film pada umumnya masih berupa fantasi pada saat ini," tukas Yudi.

Meski masih sangat imajinatif, hal semacam itu bukan tak mungkin dikembangkan. "Itu sangat imajinatif dan tidak semuanya benar, namun ini bisa memberikan ide penelitian yang menarik," tandasnya.

Tanpa disadari film enggak cuma menghibur penontonya saja. Tapi juga bisa menghadirkan diskusi-diskusi hal lainnya yang mendukung perkembangan riset dan teknologi. 

Sebagai contoh Iron Man beberapa teknogi yang digunakan Tony Stark sudah mulai bisa direalisasikan dari pakaian tempur, pendorong roket ukuran kecil sampai teknologi controlling electronic devices with brain waves

"Kalau dihitung-hitung semua energi yang dibutuhkan Iron Man setara dengan dua reaktor nuklir. Meski terkesan tak masuk akal, tapi tetap membuka peluang dan kemungkinan penelitian ke arah itu," lanjut Yudi.

Tag: chipset teknologi 7nm sains ilmuwan indonesia hari film nasional 2018 avengers infinity war

Bagikan: