Teknologi Jadi Kunci Hadapi Revolusi Industri 4.0

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Istilah revolusi 4.0 sudah tak asing lagi bagi kita. Sebuah revolusi industri keempat ini dapat dikatakan sebagai revolusi, karena perubahan yang terjadi yang memberikan efek besar pada ekosistem dunia dan tata cara kehidupan.

Revolusi industri 4.0 bahkan diyakini dapat meningkatkan perekonomian dan seluk beluk kehidupan secara signifikan, termasuk pekerjaan hingga profesi. Teknologi konvensional dan digital kini disebut-sebut akan berintegrasi melalui analytics, artificial intelligence, cognitive technologies, dan Internet of Things (IoT).

Tetapi, berdasarkan survei dari perushaan riset Deloitte, hanya 47 persen pemimpin perusahaan dunia yang siap untuk menghadapi industri 4.0 karena besatnya skill gap atau kesenjangan keterampilan. 

Peningkatan kompetensi menjadi salah satu faktor yang penting untuk mencapai sumber daya manusia yang unggul untuk bersaing bersama negara lainnya di dunia. Dan posisi daya saing Indonesia berada di peringkat ke 36 dari 100 negara, menurut Global Competitiveness Report 2017.

Baca Juga: Dukung Revolusi Industri 4.0 dengan Produksi Berteknologi Tinggi

Revolusi 4.0 akan mendorong inovasi di berbagai bidang dengan sangat cepat dan membutuhkan teknologi untuk beradaptasi. Pada akhirnya setiap perusahaan akan menggunakan teknologi atau bahkan bertransformasi menjadi perusahaan berbasis teknologi.

Melihat hal ini, Inspira CEC (Creative Event Consulting) bekerja sama dengan platform media podcast --Inspigo, akan menyelanggarakan Hi,Tech Conference pada Sabtu, 30 November di Balai Kartini, Jakarta. Melalui acara ini diharapkan bisa membawa kontribusi bagi para profesional dan stakeholders terkait yang berperan penting bagi masa depan ekosistem teknologi di Indonesia.

Menurut Founder Inspira CEC Billy Boen acara ini akan menghadirkan perspektif dari berbagai sisi terkait teknologi. "Hi,Tech Conference akan menghadirkan berbagai pencapaian digital serta teknologi terbaru dari para perusahaan nasional maupun internasional," ujar Billy dalam keterangan tertulisnya yang diterima era.id di Jakarta.

Billy mengatakan lewat acara ini juga audience dapat melihat secara langsung bagaimana penggunaan teknologi terbaru ini berintegrasi dengan sistem yang sudah berjalan sebelumnya. 

Baca Juga: Perekonomian Dunia di Antara Avengers, Jokowi dan Thanos

Lebih dari itu Co-Founder Inspigo Yoris Sebastian menyatakan, acara yang akan dihadiri oleh lebih dari dua ribu profesional dan tech enthusiast ini diharapkan menjadi ajang bagi para pihak terkait untuk mempersiapkan diri untuk meningkatkan produktivitas dan mengimplementasikan teknologi terbaru. 

"Harapannya adalah Hi,Tech bisa membantu ekosistem teknologi di Indonesia menjadi semakin siap menghadapi revolusi industri 4.0. Di mana sebenarnya bukan hanya teknologinya yang perlu diperbarui, tetapi kompetensi SDM perlu ditingkatkan karena otomasi teknologi tidak akan bisa mengganti manusia sepenuhnya," tutup Yoris.

Acara Hi,Tech Conference ini akan menghadirkan Co-Founder Pixar, Alvy Ray Smith; Former CEO of iflix Malaysia & AirAsia X, Azran Osman; Head of Customer & Market Development Asia-Pacific of HERE Technologies, Oliver Marc Shatzle; President Director of Microsoft Indonesia, Haris Izmee; Co-Founder & CEO Inspigo, Tyo Guritno; dan Brand & Partnership Director of Young On Top, Alex Zulkarnain.

Kemudian founder benihbaik.com, Andy Noya; COO TopKarir Indonesia, Diana Tanu; CEO of Bizhare.id, Heinrich Vincent; CEO of Playgame.com, Anton Soeharyo dan pembicara internasional serta nasional lainnya dari Twitter, IBM, Facebook, AWS, dan berbagai perusahaan teknologi yang akan membahas seputar artificial intelligence, robotic, security, cloud, computing, data privacy, hingga digital map.

Tag: chipset teknologi 7nm

Bagikan: