Persis Solo, Klub Tua yang Ingin Kembali ke Liga 1

Tim Editor

Ilustrasi foto pertandingan Persis Solo (Twitter @Persispedia)

Jakarta, era.id - Masalah internal akan kepemilikan saham klub kebanggaan warga Solo, Persis Solo tak kunjung selesai. Imbasnya, klub yang bermarkas di Stadion Manahan ini hanya bisa puas bermain di Liga 2. 

Bahkan terakhir kali mereka main di kasta teratas sudah sangat lama yakni tahun 2007. Agar bisa kembali meraih kejayaan dan berlaga di Liga 1, Persis Solo disarankan melakukan pengelolaan klub yang lebih transparan dan profesional. 

"Indikator keberhasilan dalam pengelolaan klub sepak bola bisa diukur dari berbagai faktor, seperti prestasi, kualitas pemain, atau pelatih yang dikontrak, serta track record pemilik atau manajemen," kata Pengamat olahraga Fritz Simanjuntak dalam keterangannya, Selasa (29/10/2019).

"Maka, sepak bola harus transparasi dalam pengelolaannya. Jika tidak, maka yang muncul adalah ketidakpercayaan, hilangnya dukungan, dan akhirnya, penolakan atau boikot terhadap klub tersebut," tutur dia

Problem yang tengah menimpa Persis Solo bermula sejak pelepasan 70 persen saham dari total 90 persen saham yang dimiliki oleh PT Persis Solo Saestu (PT PSS) kepada PT Syahdana Property Nusantara (PT SPN) sebagai investor di tahun 2016. Sejak saat itu, Persis Solo belum juga bangkit dari keterpurukan prestasi.

Hal ini pula yang disinggung Fritz agar klub mau terbuka dan menjelaskan kepada para supporter akan masalah yang terjadi di tim kebanggan mereka. "Saya menyarankan agar manajemen Persis Solo lebih terbuka dan transparan dalam menjelaskan apa yang terjadi dan rencana jangka panjang klub tersebut."

"Termasuk soal akuisisi yang menjadi problem tersebut. Transparansi harus diambil klub tersebut, karena hal itu bisa pula mengundang investor-investor lain yang memang ingin serius membangun Persis Solo," ujar Fritz.

Sejatinya, Persis Solo merupakan salah satu klub sepak bola tertua di Indonesia yang lahir pada tahun 1923. Namun Laskar Samber Nyawa - julukan Persis Solo, kini hanya bisa berkompetisi di Liga 2, sekalipun pernah memenangi enam kali juara perserikatan, yakni pada 1935, 1936, 1939, 1940, 1941, dan 1942.
 


Ingin kembali ke Liga 1

Pemilik Persis Solo, Vijaya Fitriyasa menyampaikan niatannya untuk mengantarkan kembali timnya untuk berkompetisi di Liga 1 Indonesia pada musim 2020. Pria yang menjadi calon ketua PSSI ini punya keyakinan bila Persis Solo bisa bersaing di kasta tertinggi Liga Indonesia.

"Persis Solo itu klub legenda. Dia salah satu dari tujuh pendiri PSSI. Sebelum kemerdekaan Persis sering jadi juara, namun setelah Indonesia merdeka tidak pernah jadi juara," kata Vijaya seperti dikutip dari Tempo.

Saat ini Persis Solo sedang berjuang memperebutkan tiket menuju babak 8 besar Liga 2 Indonesia. Satu tiket tersisa di wilayah Timur akan diperebutkan oleh Martapura FC, Persis Solo, dan PSIM Yogyakarta. 
 

Tag: sepak bola indonesia

Bagikan: