Kawanan Gajah Disebut Suka Mabuk-Mabukan, Benarkah?

Tim Editor

    Gajah (Dailystar)

    Jakarta, era.id - Social distancing di pelosok China juga membuat petani berhenti mengurus kebun dan ladangnya. Akibatnya, ladang mereka diserbu 14 gajah liar yang berada di sekitar Yunnan, China.

    Kawanan gajah ini melahap tanaman jagung hingga mabuk. Tak tanggung-tanggung, gajah seberat 3 ton itu memakan 30 kg jagung per ekor. Jagung sebanyak itu sukses membuat gajah sedikit pusing hingga tak sadarkan diri. Tapi apakah benar gajah suka mabuk-mabukan?

    Sebuah studi tahun 1984 menunjukkan bahwa gajah mempunyai kandungan alkohol dalam darah sekitar 0,05-0,1 gram per 100 ml. Itu berarti seekor gajah dewasa hanya perlu makan buah yang mengandung alkohol sekitar 10 liter agar bisa mabuk.

    Jagung memang diketahui menjadi salah satu bahan membuat wine. Produk olahan wine dari jagung biasa disebut corn wine

    Pengamat satwa, Parveen Kaswan bilang, gajah memang suka mencari buah-buahan matang dengan kandungan alkohol di dalamnya.

    “Beberapa terkejut mengetahui bahwa gajah menyukai alkohol. Mereka sangat menyukainya. Bahkan buah Mahua & nanas, dan nangka," tulisnya di akun Twitter.

    Namun, menurut cofounder Sri Lanka's Elephant Forest and Environmental Trust, Shermin de Silva, gajah tak sengaja memakan buah yang mengandul alkohol.

    "Mereka suka buah yang manis, dan mengandung alkohol terbuat dari sistem pencernaan mereka sendiri," ujarnya seperti dikutip dari Live Science, Rabu (25/3/2020).

    Jadi belum diketahui pasti apakah benar gajah suka mabuk-mabukan atau hanya tak sengaja makan buah mengandung alkohol.
     

    Tag: alkohol

    Bagikan :