Konten Edukasi Ikonik TVRI Era 'Old'

Tim Editor

Dok. TVRI

Jakarta, era.id – Televisi Republik Indonesia (TVRI) akan menyiarkan program-program pendidikan dalam rangka mendukung upaya belajar dari rumah di tengah pandemi COVID-19 yang akan disiarkan mulai Senin (13/4) depan.

Melalui program atau konten tersebut, nantinya para orang tua dan siswa mulai dari PAUD sampai SMA bisa belajar lewat tayangan-tayangan edukatif termasuk program parenting di jam belajar dari Senin sampai Jumat.

Sebagai stasiun televisi milik pemerintah, TVRI memang sejatinya menayangkan konten yang edukatif sesuai misinya yakni 'Terwujudnya TVRI sebagai media pilihan bangsa Indonesia dalam rangka turut mencerdaskan kehidupan bangsa untuk memperkuat kesatuan nasional'.

Sejak pertama kali mengudara pada 24 Agustus 1962, Lembaga Penyiaran Publik tersebut memang menayangkan konten budaya dan pendidikan selain konten hiburan dan seni.

Ada beberapa program pendidikan dan kebudayaan di TVRI pada era Orde Baru yang sangat ikonik dan melekat dalam ingatan anak-anak yang tumbuh di era 1980-1990.

 
Berikut program-program edukatif nan menarik dari TVRI:

1. Si Unyil

Siapa yang tidak mengenal tokoh Si Unyil, Pak Ogah, Pak Raden, dan kawan-kawan? Serial yang menampilkan kehidupan sehari-hari para karakter boneka tangan ini pasti relate dengan kehidupan sehari-hari anak Indonesia pada era itu.

Unyil dan kawan-kawan diciptakan oleh Suyadi dan diproduksi oleh Perum Produksi Film Negara (PPFN) yang mengudara setiap hari Minggu pagi di TVRI. Mulai tayang pada tanggal 5 April 1981 sampai 1993. 


Si Unyil (Kaskus)

Si Unyil menceritakan tentang seorang anak SD bernama Unyil dan petualangannya bersama teman-temannya. Kata Unyil berasal dari "mungil" yang berarti "kecil".

Si Unyil sangat memorable dengan kata "Hom-pim-pah alaiyum gambreng!". Kini Si Unyil diangkat kembali dengan kemasan yang lebih modern di salah satu TV Swasta di Indonesia.

2. Mari Menggambar

Kegiatan apa yang paling disukai anak-anak selain bermain? Apalagi kalau bukan menggambar. TVRI pernah menyangkan sebuah program menggambar dengan cara yang super menyenangkan.

Nama programnya adalah Mari Menggambar bersama sang maestro lukis Pak Tino Sidin. Pertama kali tayang di TVRI Yogyakarta pada 1976-1978 dan dilanjutkan di TVRI pusat untuk program serupa hingga beberapa tahun kemudian.


Pak Tino Sidin (Blogspot)

Sosok Pak Tino Sidin ini juga menarik, baginya yang terpenting bukan seberapa bagus lukisan atau gambar yang dihasilkan oleh seorang anak tapi lebih pada menumbuhkan kegemaran melukis pada anak-anak. Yang paling diingat adalah berkomentar "bagus" setiap kali melihat lukisan anak-anak yang dikirimkan kepadanya dalam membawakan program acara Gemar Menggambar di TVRI.

3. ACI (Aku Cinta Indonesia)

ACI atau Aku Cinta Indonesia adalah film seri televisi yang ditayangkan di TVRI pada tahun 1985. Judulnya juga dapat berarti singkatan dari ketiga tokoh utamanya, Amir (Agyl Syahriar), Cici (Dyah Ekowati Utomo) dan Ito (Ario Sagantoro).


ACI (YouTube)

Meskipun berbentuk serial remaja, bukan berarti tayangan ini tidak mendidik. Serial ACI diproduksi oleh Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Pustekkom) yang bertemakan pengembangan nilai-nilai kepribadian anak dan remaja, seperti tanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerjasama, toleransi, saling menghargai dan menghormati, sikap bersaing sehat, persahabatan, dan sikap sportif. Seperti serial remaja saat ini?

Belum diketahui program seperti apa yang akan dikemas oleh TVRI pada konten edukasi mulai Senin depan. Plh Direktur Program dan Berita TVRI, Usrin Usman, hanya bilang program tersebut adalah respon cepat Kemdikbud atas masukan dari Komisi X DPR RI melalui rapat kerja pada 27 Maret lalu.

“Konten pembelajaran yang disajikan akan fokus pada peningkatan literasi, numerasi, penumbuhan karakter, dan kecakapan hidup peserta didik yang disampaikan secara ringan dan menghibur,” katanya.

Kita tunggu saja semenarik apa konten edukasi dari TVRI era now.

Tag: riwayat pendidikan tri mumpuni

Bagikan: