Filosofi di Balik Masker Batik Achmad Yurianto

| 20 Apr 2020 14:17
Filosofi di Balik Masker Batik Achmad Yurianto
Achmad Yurianto (Dok. BNPB)
Jakarta,era.id - Hampir setiap sore, sejak pengumuman kasus pertama penularan COVID-19 di Indonesia, wajahnya selalu muncul di layar televisi. Sebagai Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Achmad Yurianto bertugas memberikan kabar terkini soal penularan COVID-19 di Indonesia.

Ia sendiri juga mengumumkan agar masyarakat wajib mengenakan masker saat keluar dari rumah. 

"Mulai hari ini, sesuai dengan rekomendasi dari WHO, kita jalankan #MaskerUntukSemua. Semua harus memakai masker ketika berkegiatan di luar," kata Yuri dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Minggu (5/4).

Sejak saat itu, pria 58 tahun ini memakai masker kain bercorak batik sesuai dengan motif dan warga kemejanya yang juga batik.

"Bikin sendiri, memanfaatkan kain perca," ujarnya kepada era.id, Senin (20/4/2020).

Meski selalu tampil match, namun ia menampik kalau selalu memadupadankan penampilannya. "Tidak ada, asal pilih saja yang serasi sama baju," ucapnya.

Dilansir dari batik.id, berikut filosofi masker batik yang dikenakan Achmad Yurianto:

1. Motif Batik Parang

(Foto: YouTube/BNPB)

Saat melakukan jumpa pers, Yuri memakai masker motif batik parang dilengkapi dengan padan kemeja putih. Motif batik tertua di Indonesia ini memiliki huruf S yang diadaptasi dari bentuk ombak lautan, menggambarkan semangat yang tak padam.

Motif yang sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo) ini memiliki bentuk yang saling berkesinambungan, menggambarkan jalinan hidup yang tidak pernah putus, selalu konsisten dalam upaya untuk memperbaiki diri, memperjuangkan kesejahteraan, maupun dalam menjaga hubungan  antara manusia dengan alam, manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhannya.

2. Masker Batik Bunga

(Foto: YouTube/BNPB)

Dengan balutan kemeja batik warna hitam, Yuri selaraskan maskernya dengan warna senada dengan corak gambar bunga warna merah. Batik bunga adalah motif yang biasanya di dalamnya terdapat bentuk-bentuk sederhana seperti daun, bunga, dan corak tumbuhan lainnya. 

Motif ini bermakna bahwa Wahyu Tuhan telah memberikan seseorang suatu penghargaan dengan kehidupan baik. Jadi mungkin motif ini cocok untuk kita yang sedang naik pangkat, menang lomba, atau berhasil meraih suatu tujuan atau cita-cita.

3. Masker Motif Floral

(Foto: YouTube/BNPB)

Dengan mengenakan masker motif floral, penampilan Yuri kali ini sangat selaras dengan kemeja warna cokelat. Ternyata, motif ini sama dengan motif bunga.  

Makna lain dari motif ini adalah makna harapan akan keselamatan. Harapan akan keselamatan, kebahagian dan kesehatan adalah hal yang sangat penting. Bagi mereka keselamatan, kebahagiaan dan kesehatan adalah hal yang sangat mendasar karena berkait dengan keseimbangan alam yang selaras, serasi dan seimbang.

Dari sebuah gambaran dari kehidupan manusia yang berselaras dengan alam. Keselarasan dicapai dengan saling menghormati mahluk lain termasuk tanaman.

4. Masker Merah Motif Daun Kembang Sirih

(Foto: YouTube/BNPB)

Masker warna merah yang dikenakan Achmad Yurianto memang paling menjadi sorotan karena warnanya yang mencolok. Motif ini memiliki filosofi tersendiri.

Makna yang tersembunyi dari motif daun kembang sirih adalah simbol energi masyarakat terhadap suasana hati dan pergerakan dalam keikutsertaan membangun negeri ini. Nilai yang terkandung adalah yaitu appearance atau nilai wujud emosional cipta rasa dan karsa yang melahirkan kreasi pada benda seni. 

Rekomendasi