Ondel-ondel Udah Nggak Sakti

Tim Editor
Jakarta, era.id - Anda pasti kenal dengan ondel-ondel. Ondel-ondel biasanya dimainkan untuk berbagai acara, di antaranya untuk mengarak pengantin sunat, peresmian kantor hingga pawai budaya. Tapi sekarang?

Ondel-ondel adalah boneka besar dengan rangka anyaman bambu berukuran sekitar 2,5 m, tingginya dan garis tengahnya kurang dari 80 cm. Ruang di dalamnya dibuat luas agar si pemikul dapat bergerak leluasa. Rambutnya dibuat dari ijuk dengan muka berbentuk topeng atau kedok, plus mata bundar melotot. Boneka raksasa ini memiliki gender, yang laki-laki bermuka merah sedangkan yang perempuan bermuka putih atau kuning. 

Di beberapa tempat, ondel-ondel sering digunakan dalam upacara "bersih desa", yang biasa digelar setelah panen raya, antara Juli-Agustus. Sebelum pekerjaan dimulai, biasanya disiapkan sesajen yang berisi bubur merah putih, rujak-rujakan tujuh rupa, bunga-bungaan tujuh macam dan sebagainya. Jangan lupa dibakari kemenyan. 

Tapi sekarang? Jika dulu kedatangan ondel-ondel selalu ditunggu anak-anak, tapi tidak lagi sekarang. Ondel-ondel malah jadi ‘alat’ sumber penghasilan, ngamen. Ngamen ondel-ondel ini kini malah menjamur hingga pinggiran Jakarta, seperti Depok.

Bagaimana nih Pak Wagub DKI Sandiaga Uno, yang sedang coba mengkampanyekan program One Kecamatan One Ondel-ondel Betawi (OK Obe).

Bagikan: